RSS

Transaksi Nurani

Tidak begitu ingat, mungkin akhir SD atau awal SMP, setiap pulang sekolah ada seorang penjual kerupuk yang lewat di depan rumah. Penjualnya wanita tua. Melihat keriput kulit dan putih rambutnya, usianya sekitar 60-an tahun. Kami memanggilnya ‘mbah’. Barang jualan mbah adalah kerupuk gender. Siang terik jualan kerupuk, tidak menarik bagi kebanyakan orang yang lebih menanti minuman segar atau semacamnya.

Lebih dari sekali dua kali, ibu atau bapak meminta kami memanggil mbah untuk membeli kerupuknya. Seusia saya saat itu, merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh ibu maupun bapak. Kerupuk di kaleng masih ada. Buat apa beli-beli kerupuk lagi? Kan sayang dengan uangnya.

Hingga kemudian, saya menyadari bahwa membeli kerupuk gender itu bukan karena kami perlu membelinya. Ada pesan yang ingin diajarkan bagi kami, dalam jual beli tidaklah harus bahwa kami memerlukannya. Atau bersandar pada kepentingan untung rugi. Kadang dengan membeli, kita bisa membantu. Kita ingin menunjukkan, kita menghargai kerja kerasnya.

Dengan kondisi serenta itu, adalah berhak baginya untuk meminta bantuan tanpa perlu berdagang. Namun, dia punya harga diri untuk tidak membiarkan dirinya menjadi pengemis. Kemuliaan inilah yang sedang kami apresiasi, meski nilainya jauh lebih tinggi dari harga kerupuk yang kami beli.

 
2 Comments

Posted by on April 27, 2013 in Tulisan

 

Tags: , ,

Yang Berkesan

Suatu waktu, saya bersama adik pulang ke Tegal dari Stasiun Gambir. Ketika masuk ke dalam kereta Cirebon Express, yang kami tumpangi, kami berpapasan dengan seseorang yang menggunakan Kaos Galgil. Dengan wajah sok penasaran, saya dekati orangnya. Kemudian, terjadilah percakapan, seolah-olah saya tertarik dengan kaos yang dipakainya. Tanpa saya duga, orang ini semangat betul menceritakan kaos yang dia pakai. Tempat di mana dia belinya. Harga kaosnya. Hingga dia berani menjamin bahwa kualitas kaosnya itu adem, enak dipakai, dan tahan lama. Seakan-akan dia mengajak saya untuk tidak ragu membelinya. Saya tersenyum, kemudian mengiyakan.

Ada banyak hal menarik dalam hidup saya. Namun, bertemu dengan seseorang yang menggunakan produk kaos yang kami kelola, itu rasanya luar biasa. Apalagi, mereka mempromosikannya dengan begitu semangatnya. Ada yang mengabadikan dalam bentuk foto kemudian menge-tag ke facebook kami.

Bukan sekali dua kali saya menemui orang-orang berbuat demikian. Itu menambah keyakinan saya, bahwa bisnis bukan sekedar mencari keuntungan. Kami menikmatinya. Setiap detik demi detik prosesnya. Langkah-langkah pelajaran yang kami peroleh. Semuanya. Sungguh, luar biasa mengesankan.

Anda berani mencoba? :D

 
2 Comments

Posted by on March 14, 2013 in Tulisan

 

Tags: , , ,

Anugerah Kebaikan yang Terjaga Kesuciannya

21 Februari 2013

Pukul 02.00

Istri membangunkan saya. Air ketubannya pecah. Segera saya bangun, kemudian mencari taksi. Baru 20 menit saya bisa memperoleh taksi. Setibanya di kontrakan, ternyata istri sudah menghubungi adiknya untuk menjemput menggunakan mobil. Akhirnya kami bergegas menuju ke RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. Setelah dicek di UGD, istri kemudian dibawa ke ruangan inap.

Pukul 09.00

Dokter kemudian memutuskan melakukan induksi. Air ketuban sudah keluar banyak, tapi masih pembukaan pertama. Perihnya luar biasa. Istri kesakitan. Menahan sakit. Meremas-remas tangannya. Juga tangan saya sendiri. Tetap dengan kalimat istighfar. Awalnya tiap 20 menit. Hingga mendekati pukul 11.30, sakitnya sudah tiap 2 menit.

Pukul 11.55

Tanda-tanda akan lahir sudah mulai muncul. Istri segera dipindahkan ke ruang persalinan. Saya tegang. Pengalaman pertama sekaligus memang hanya kami berdua yang ada di RS. Entah dorongan dari mana, ternyata saya berani masuk ke ruang persalinan untuk melihat istri melahirkan! Melihat darahpun kepala saya pusing, tapi ini kok malah berani. Ajaib :D

Dokter sudah masuk ke ruangan. Tepat pukul 12.00 saya menelepon ibu, bapak, adik dan mertua. Meminta doa restu karena istri sedang berada di antara hidup dan matinya. Saya masuk kembali ke ruangan. Tegang. Dokter meminta istri untuk mengejan. Saya mengiringi dengan kalimat “la haula wa la quwwata illa billah”. Membisiki istri untuk tetap ingat Allah. Dokter meminta istri mengejan lagi. Kepala si kecil sudah nongol. Terus, kata dokter. Dan di pengejanan ketiga, si kecil berhasil keluar dengan selamat. Pukul 12.07. Alhamdulillah….

Haru benar perasaan saya. Langsung bersujud syukur di ruangan itu. Lafaz hamdalah terus meluncur. Proses persalinan si kecil berlangsung dalam tempo yang singkat. Sangat singkat. Dan alhamdulillah bisa melahirkan dengan normal. Padahal, saat awal kami sempat cemas harus sesar karena mata istri sudah minus 8.

22 Februari 2013

Ini waktunya kami mengumumkan namamu nak ke seluruh dunia:

CARISSA HUSNA AFIFAH

Doa kami supaya engkau menjadi ANUGERAH KEBAIKAN DARI ALLAH YANG TERJAGA, BAIK IMANNYA, AKHLAKNYA, JUGA AKALNYA

*tulisan ini dibuat sebagai kado aqiqahmu hari ini nak. jadi hamba yang sholehah ya nak :D

Image

 
2 Comments

Posted by on March 6, 2013 in Tulisan

 
Aside

Sebuah rangkaian tweet menarik dari Salim A Fillah tentang Natal. Semoga bermanfaat buat kita semua.

1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi’an (kristolog Jogja -red); “Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak.”

2. Wasi’an: “Kalian mengimani Musa, juga ‘Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda.”

3. Wasi’an: “Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan.”

4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82).

5. Tapi mungkin memang sudah tabiat ‘aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120).

Read the rest of this entry »

Toleransi Natal

 
1 Comment

Posted by on December 25, 2012 in Ngaji

 

Tags: , , ,

Hikmah dari Bandung

Waktu itu, saya berkunjung ke seorang rekan. Ketika sholat maghrib, kami berdua sholat di masjid, dekat mall BIP. Setelah sholat, ternyata ada kajiannya. Berikut yang saya peroleh dari kajian tersebut, telah saya share di akun twitter saya, @akhdaafif. Semoga bermanfaat

(1) kali ini mau berbagi #ngaji yang saya dengarkan kemarin malam di masjid sekitar BIP Bandung bareng @fahmimachda

(2) habis singgah untuk sholat maghrib, eh ternyata ada sesi #ngaji .berikut apa yang disampaikan beliau

(3) bahwa siksa kubur itu benar-benar ada. seseorang setelah meninggal, di alam kuburnya akan diberikan siksa dan nikmat kubur #ngaji

(4) semuanya tergantung amalan orang tersebut selama berada di dunia #ngaji

(5) suatu ketika datang seorang wanita yahudi menghadap rasul, meminta doa untuk dijauhkan dari azab kubur #ngaji

(6) aisyah ra yang mendengarnya kemudian bertanya kepada rasul, apakah benar ada siksa kubur? rasul mengiyakan #ngaji

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on December 20, 2012 in Ngaji

 

Tentang Bu Ita

(1) mau berbagi #ngaji @ChatingdenganYM edisi jumat malem pekan kemarin. subhanallah hikmah yang didapet

(2) kisahnya tentang bu ita, seorang ibu yang jadi tukang ojek, pedagang, dan tukang cuci #ngaji

(3) beliau sudah 7 tahun menekuni pekerjaan itu. tidak ada pilihan karena suaminya terkena stroke. usia suaminya sekarang 46 tahun #ngaji

(4) anaknya dua. satunya sudah lulus smk. yang bungsu kelas 3 smp #ngaji

(5) pagi abis subuh dia berangkat ngojek. jam 8 kembali ke rumah, memandikan dan menyuapi sarapan suaminya #ngaji

(6) sambil ngojek, beliau dagang susu kedelai. malamnya baru mberesin cucian. luar biasanya, beliau nyuci dengan tangan #ngaji

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 18, 2012 in Ngaji

 

Halte Prestasi

Siang awal Oktober, seorang rekan di tim Kaos Galgil menyampaikan sebuah berita. Keikutsertaan kami dalam Lomba Kreasi dan Inovasi di Pemkab Tegal membawa kami sebagai juara I. Sontak, sisi manusiawi saya gembira bukan kepalang. Ini adalah salah satu prestasi yang punya arti penting. Pengakuan juara I berarti kerja keras dan doa kami mengelola Kaos Galgil diapresiasi. Diberikan pengakuan yang positif.

Tidak lama setelah pengukuhan juara tersebut, datang pesan melalui facebook saya. Mengundang tim Galgil untuk menjadi tamu talkshow di sebuah radio di kota Tegal. Temanya tentang semangat inspiratif pemuda.

Dua prestasi berturutan ini bagi saya pribadi, sungguhlah istimewa. Namun, kami selalu memahami bahwa setiap pencapaian hanyalah halte. Hanya sementara dan bukan tujuan akhir. Sejatinya, kemenangan, keunggulan, atau apapun namanya tidaklah membuat kita lalai dan merasa lebih unggul dari yang lainnya. Kemenangan hakiki yaitu ketika kita mampu menundukkan ego kita sendiri, hingga sampailah kepada derajat ahsanu taqwim, sebaik-baik penciptaan.

Semoga Allah meridhoi amal kami, menguatkan kesabaran kami, meneguhkan keistiqomahan kami. Masih banyak cita yang belum ditunaikan. Paling tidak, untuk tanah lahir kami tercinta.

 
3 Comments

Posted by on October 21, 2012 in Diary, Tegal

 

Tags: , ,