RSS

Category Archives: Diary

coretan harianku

Halte Prestasi

Siang awal Oktober, seorang rekan di tim Kaos Galgil menyampaikan sebuah berita. Keikutsertaan kami dalam Lomba Kreasi dan Inovasi di Pemkab Tegal membawa kami sebagai juara I. Sontak, sisi manusiawi saya gembira bukan kepalang. Ini adalah salah satu prestasi yang punya arti penting. Pengakuan juara I berarti kerja keras dan doa kami mengelola Kaos Galgil diapresiasi. Diberikan pengakuan yang positif.

Tidak lama setelah pengukuhan juara tersebut, datang pesan melalui facebook saya. Mengundang tim Galgil untuk menjadi tamu talkshow di sebuah radio di kota Tegal. Temanya tentang semangat inspiratif pemuda.

Dua prestasi berturutan ini bagi saya pribadi, sungguhlah istimewa. Namun, kami selalu memahami bahwa setiap pencapaian hanyalah halte. Hanya sementara dan bukan tujuan akhir. Sejatinya, kemenangan, keunggulan, atau apapun namanya tidaklah membuat kita lalai dan merasa lebih unggul dari yang lainnya. Kemenangan hakiki yaitu ketika kita mampu menundukkan ego kita sendiri, hingga sampailah kepada derajat ahsanu taqwim, sebaik-baik penciptaan.

Semoga Allah meridhoi amal kami, menguatkan kesabaran kami, meneguhkan keistiqomahan kami. Masih banyak cita yang belum ditunaikan. Paling tidak, untuk tanah lahir kami tercinta.

 
3 Comments

Posted by on October 21, 2012 in Diary, Tegal

 

Tags: , ,

Kisah Dua Tahun

Apa yang membuatmu berbisnis kaos? Itu pertanyaan mula-mula yang saya tanyakan kepada diri saya sendiri dua tahun yang lalu. Tidak ada pengalaman dengan bisnis kaos. Tidak jago mendesain. Bahkan, tidak mengerti apa saja yang harus dipersiapkan. Namun, sorot mata yang menandakan keyakinan dari teman-temanlah yang akhirnya memantapkan pilihan kami untuk memulainya.

Maka perjalanan dua tahun, per 1 Agustus 2012 lalu, adalah keajaiban, paling tidak bagi diri saya sendiri. Tidak pernah terpikir bahwa bisnis ini masih sanggup berdiri. Bahkan bisa membuka dua kios dan menghidupi seorang karyawan penuh. Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang kami peroleh. Konflik dengan pencetak kaos, disemprot konsumen, dipandang sebelah mata, diacuhkan, menjadi menu harian.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 7, 2012 in Diary, Tegal, Tulisan

 

Tags: , ,

Maafkan Kami Ramadhan, Jika Kami Belum Banyak Berbagi

ditulis oleh Sulthan Hadi, dimuat di Tarbawi edisi 257

Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan ibadah. Ia juga simbol kedermawanan. Allah swt memperlihatkan kemurahan-Nya di dalam hari-harinya dengan limpahan rahmat-Nya, maghfirah-Nya dan pembebasan-Nya dari api neraka, dan menjadikan yang terbaik dia antara manusia, yang paling pemurah dan paling banyak berbagi. Prestasi itu kemudian disematkan kepada Raulullah saw karena kemurahannya yang berlipat-lipat ketika Ramadhan datang.

Sejatinya, Rasulullah saw memang manusia pemurah. Tak ada dirham atau makanan yang pernah menginap di rumahnya, kecuali beliau sedekahkan. Tapi Ramadhan datang kepada manusia dengan semangat, motivasi, dan pahala berbagi yang begitu besar. Maka sifat murah hati Rasulullah pun kian berlipat, sehingga berhimpunlah dua kemurahan dalam diri beliau; kemurahan Ramadhan dan kemurahan diri beliau sendiri.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 31, 2012 in Diary, Ramadhan

 

Sebaik-baik Bekal

Apa yang akan kita persiapkan ketika akan melakukan perjalanan? Banyak. Ada makanan, minuman. Juga baju ganti kalau perjalanannya jauh dan lama. Mungkin ada yang membawa obat-obatan. Siapa tahu, di tengah perjalanan kita sakit atau terluka.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 26, 2012 in Diary

 

Semangat Lagi

Ketika keseharian yang melelahkan mulai menghapus cita-cita dan semangat kami, sebuah foto mengingatkan, bahwa ada janji yang masih harus tertunaikan.

Febrie Indonesian Idol Pamerkan Kaos Galgil Kami

 
4 Comments

Posted by on May 30, 2012 in Diary, Tegal

 

Untuk Adik Kecilku di Depok

Saya pernah ada pada masa-masa seperti kalian. Saat pertama kali saya jauh dari orang tua. Saat saya mulai berlajar mandiri sepenuhnya. Saat saya hadir di lingkungan baru, yang saya tak tahu apakah tempat ini yang akan menjadi persinggahan berikutnya.

Saya pernah ada pada masa-masa seperti kalian. Saat beban tergantung sangat di pundak. Ketika pilihan setelah SMA ini akan menentukan seperti apa saya pada 5, 10, 15 tahun yang akan datang.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on May 5, 2012 in Diary

 

Jebakan Popularitas

Bagi saya, popularitas itu bonus. Yang paling utama itu ya pemikiran, sikap, dan perbuatan yang dilakukan. Kalau semuanya itu benar, juga dilakukan sesuai proporsinya, popularitas itu akan datang dengan sendirinya.

Jadi, tak perlu tim sukses untuk membangun citra kebaikan atau membentuk empati publik. Atau membuat topeng semu, seolah-olah kita baik dan perhatian. Sia-sia. Kasihan. Energinya habis hanya untuk berkamuflase.

Dan saat popularitas itu datang sebagai bonus, jangan sampai kita terperdaya. Akhirnya kita abai terhadap esensi. Bahwa hidup harus terus menerus diisi dengan kebaikan. Bukan sekali dua kali. Lantas berhenti.

Kalaupun popularitas itu tidak hadir, tak perlu risau. Kebaikanmu tetap tercatat dengan rapi di diari-Nya.

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2012 in Diary

 

Penantian

Tinggal beberapa hari lagi, masa itu akan datang. Saya tidak bisa memastikan, bahkan kepada diri saya sendiri, apakah sudah 100% saya siap memasukinya.

Yang saya tahu, saya sudah memilih. Dalam kamus hidup saya, memilih itu artinya sudah siap menanggung semuanya. Pahit manisnya. Baik buruknya. Semuanya.

Semoga Allah memberkahi pilihan ini, memantapkan niat baik ini, dan membukakan pintu-pintu kebaikan atasnya. Aamiin…

 
7 Comments

Posted by on April 6, 2012 in Diary

 

Kebahagiaan

Apa definisimu tentang kebahagiaan? Dapat nilai tinggi di kelas? Masuk jurusan dan kampus bergengsi? Berhasil memperoleh beasiswa? Bekerja di kantor besar dengan gaji menggiurkan?

Bagi bapak pemulung dengan gerobaknya yang saya jumpai tadi siang, bahagia itu tersurat jelas saat terik siang, ia minum dari botol bekas air mineral yang entah sudah diisi ulang untuk kesekian kalinya.

Juga ketika malam hari, ia bisa tertidur lelap di dalam gerobaknya, di pinggir jalan, dengan ratusan nyamuk selokan yang mengelilinginya.

 
Leave a comment

Posted by on February 18, 2012 in Diary

 

Tags: , , , ,

Doa yang Menguatkan

Kapan kita khusyuk, serius, sungguh sesungguh-sungguhnya berdoa? Kalau sebulan lagi sudah mau ujian, mungkin. Bisa ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian nasional atau aneka ujian lainnya.

Kapan lagi? Mungkin, kalau jodoh belum datang-datang, padahal usia sudah mepet dan kesiapan kok kayaknya sudah maksimal betul.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on February 10, 2012 in Diary

 

Tags: , ,