RSS

Category Archives: Tulisan

kumpulan artikelku

Tuhan Tahu, tapi Menunggu

Tuhan tahu, tapi menunggu [Leo Tolstoy]

Salah satu keinginan saya yang belum tercapai ketika SMP adalah naik kereta api. Tempat tinggal saya dekat dengan stasiun, tapi belum pernah sekalipun saya bepergian dengan kereta api. Keluarga kami jarang bepergian. Selain tidak ada kendaraan, orang tua juga jarang mengajak kami berlibur jauh. Hanya beberapa kali keluarga dalam rentang tahun yang lama kami mengunjungi saudara di Jakarta. Itupun menggunakan mobil travel.

Pernah saya malu bergaul dengan teman-teman karena belum pernah naik kereta api. Mungkin terasa aneh, tapi bagi anak seusia itu, hal-hal remeh sangat penting dalam pergaulan. Saya sempat pesimis saya akan pernah naik kereta karena rekam jejak bepergian yang sangat minim.

Tiba-tiba, saat kelas 1 SMA, sekolah mengirimkan saya mengikuti lomba matematika di IPB. Dan kami ke sana dengan kereta api! Kemudian, kesempatan lain datang seperti tidak diduga. Belum setahun kuliah, saya sudah merasakan naik pesawat. Kali ini dalam rangka mewakili kampus mengikuti suatu perlombaaan.

Berikutnya, Allah kasih saya ke luar negeri dan beberapa daerah di nusantara. Dan saya tidak perlu mengeluarkan uang untuk itu. Dari seluruh banyak doa dan harapan kita, Tuhan selalu mendengar. Dia hanya sedang menunggu waktu yang tepat bagi kita untuk menerimanya.

 
Leave a comment

Posted by on May 24, 2013 in Tulisan

 

Transaksi Nurani

Tidak begitu ingat, mungkin akhir SD atau awal SMP, setiap pulang sekolah ada seorang penjual kerupuk yang lewat di depan rumah. Penjualnya wanita tua. Melihat keriput kulit dan putih rambutnya, usianya sekitar 60-an tahun. Kami memanggilnya ‘mbah’. Barang jualan mbah adalah kerupuk gender. Siang terik jualan kerupuk, tidak menarik bagi kebanyakan orang yang lebih menanti minuman segar atau semacamnya.

Lebih dari sekali dua kali, ibu atau bapak meminta kami memanggil mbah untuk membeli kerupuknya. Seusia saya saat itu, merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh ibu maupun bapak. Kerupuk di kaleng masih ada. Buat apa beli-beli kerupuk lagi? Kan sayang dengan uangnya.

Hingga kemudian, saya menyadari bahwa membeli kerupuk gender itu bukan karena kami perlu membelinya. Ada pesan yang ingin diajarkan bagi kami, dalam jual beli tidaklah harus bahwa kami memerlukannya. Atau bersandar pada kepentingan untung rugi. Kadang dengan membeli, kita bisa membantu. Kita ingin menunjukkan, kita menghargai kerja kerasnya.

Dengan kondisi serenta itu, adalah berhak baginya untuk meminta bantuan tanpa perlu berdagang. Namun, dia punya harga diri untuk tidak membiarkan dirinya menjadi pengemis. Kemuliaan inilah yang sedang kami apresiasi, meski nilainya jauh lebih tinggi dari harga kerupuk yang kami beli.

 
2 Comments

Posted by on April 27, 2013 in Tulisan

 

Tags: , ,

Yang Berkesan

Suatu waktu, saya bersama adik pulang ke Tegal dari Stasiun Gambir. Ketika masuk ke dalam kereta Cirebon Express, yang kami tumpangi, kami berpapasan dengan seseorang yang menggunakan Kaos Galgil. Dengan wajah sok penasaran, saya dekati orangnya. Kemudian, terjadilah percakapan, seolah-olah saya tertarik dengan kaos yang dipakainya. Tanpa saya duga, orang ini semangat betul menceritakan kaos yang dia pakai. Tempat di mana dia belinya. Harga kaosnya. Hingga dia berani menjamin bahwa kualitas kaosnya itu adem, enak dipakai, dan tahan lama. Seakan-akan dia mengajak saya untuk tidak ragu membelinya. Saya tersenyum, kemudian mengiyakan.

Ada banyak hal menarik dalam hidup saya. Namun, bertemu dengan seseorang yang menggunakan produk kaos yang kami kelola, itu rasanya luar biasa. Apalagi, mereka mempromosikannya dengan begitu semangatnya. Ada yang mengabadikan dalam bentuk foto kemudian menge-tag ke facebook kami.

Bukan sekali dua kali saya menemui orang-orang berbuat demikian. Itu menambah keyakinan saya, bahwa bisnis bukan sekedar mencari keuntungan. Kami menikmatinya. Setiap detik demi detik prosesnya. Langkah-langkah pelajaran yang kami peroleh. Semuanya. Sungguh, luar biasa mengesankan.

Anda berani mencoba? :D

 
2 Comments

Posted by on March 14, 2013 in Tulisan

 

Tags: , , ,

Anugerah Kebaikan yang Terjaga Kesuciannya

21 Februari 2013

Pukul 02.00

Istri membangunkan saya. Air ketubannya pecah. Segera saya bangun, kemudian mencari taksi. Baru 20 menit saya bisa memperoleh taksi. Setibanya di kontrakan, ternyata istri sudah menghubungi adiknya untuk menjemput menggunakan mobil. Akhirnya kami bergegas menuju ke RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. Setelah dicek di UGD, istri kemudian dibawa ke ruangan inap.

Pukul 09.00

Dokter kemudian memutuskan melakukan induksi. Air ketuban sudah keluar banyak, tapi masih pembukaan pertama. Perihnya luar biasa. Istri kesakitan. Menahan sakit. Meremas-remas tangannya. Juga tangan saya sendiri. Tetap dengan kalimat istighfar. Awalnya tiap 20 menit. Hingga mendekati pukul 11.30, sakitnya sudah tiap 2 menit.

Pukul 11.55

Tanda-tanda akan lahir sudah mulai muncul. Istri segera dipindahkan ke ruang persalinan. Saya tegang. Pengalaman pertama sekaligus memang hanya kami berdua yang ada di RS. Entah dorongan dari mana, ternyata saya berani masuk ke ruang persalinan untuk melihat istri melahirkan! Melihat darahpun kepala saya pusing, tapi ini kok malah berani. Ajaib :D

Dokter sudah masuk ke ruangan. Tepat pukul 12.00 saya menelepon ibu, bapak, adik dan mertua. Meminta doa restu karena istri sedang berada di antara hidup dan matinya. Saya masuk kembali ke ruangan. Tegang. Dokter meminta istri untuk mengejan. Saya mengiringi dengan kalimat “la haula wa la quwwata illa billah”. Membisiki istri untuk tetap ingat Allah. Dokter meminta istri mengejan lagi. Kepala si kecil sudah nongol. Terus, kata dokter. Dan di pengejanan ketiga, si kecil berhasil keluar dengan selamat. Pukul 12.07. Alhamdulillah….

Haru benar perasaan saya. Langsung bersujud syukur di ruangan itu. Lafaz hamdalah terus meluncur. Proses persalinan si kecil berlangsung dalam tempo yang singkat. Sangat singkat. Dan alhamdulillah bisa melahirkan dengan normal. Padahal, saat awal kami sempat cemas harus sesar karena mata istri sudah minus 8.

22 Februari 2013

Ini waktunya kami mengumumkan namamu nak ke seluruh dunia:

CARISSA HUSNA AFIFAH

Doa kami supaya engkau menjadi ANUGERAH KEBAIKAN DARI ALLAH YANG TERJAGA, BAIK IMANNYA, AKHLAKNYA, JUGA AKALNYA

*tulisan ini dibuat sebagai kado aqiqahmu hari ini nak. jadi hamba yang sholehah ya nak :D

Image

 
2 Comments

Posted by on March 6, 2013 in Tulisan

 

Lemari Baju

Lemari baju di rumah saya ternyata sudah penuh isinya. Tiap hari saya buka, tapi baru kali ini menyadarinya. Mau tak mau, saya pun menyelidiki isi tumpukan itu.

Mengambil helai demi helai, membangkitkan kembali memori saya. Baju batik ini saya beli di sana. Kaos ini adalah oleh-oleh dari kota itu. Kaos yang ini suvenir dari ikut pelatihan.

Dan banyak dari stok di lemari itu yang ternyata sangat jarang saya pakai. Kenyataannya, hanya baju dan celana itu itu saja yang sering saya gunakan. Akhirnya segera saya kemasi isi lemari yang sudah jarang dipakai itu. Dengan memberikannya kepada orang lain, mungkin akan jauh berguna, lebih bermanfaat untuk dikenakan.

Melihat perilaku itu, saya berpikir, tabiat saya ini kok cenderung rakus ya. Perlu hanya beberapa helai baju, tapi serakah menumpuknya. Bahkan akhirnya menyiakannya.

Saya juga prihatin dengan kedermawanan saya. Ternyata masih artifisial, masih rendah mutunya. Berbagi kalau sudah tak memerlukannya lagi. Padahal, kualitas berbagi yang tinggi diperoleh kalau memberikan yang terbaik. Bukan yang sisa.

Berarti puasa yang sudah saya jalani bertahun-tahun ini bisa jadi tidak memberikan pengaruh apa-apa. Saya tidak bisa mengendalikan diri. Bahkan untuk hal-hal yang sepele, hanya urusan baju. Belum urusan masyarakat, ekonomi, budaya, pendidikan, masa depan bangsa dan negara.

 
Leave a comment

Posted by on September 18, 2012 in Tulisan

 

Tags: ,

Angkringan++

Ke Jogja kali ini bukan pertama kalinya. Tapi kedatangan kali ini menyisakan cerita yang istimewa. Sejak sampai di jogja pertama kali, badan sudah berasa nggak enak. Apalagi kemudian digelontor AC seharian semalaman. Jadi, badan sudah berasa nggak karuan.

Untung tubuh saya bukan termasuk golongan manja. Masuk angin seperti ini obatnya nggak susah. Dari pengalaman, cukup minum teh panas atau susu jahe, maka angin akan keluar dengan sendirinya :D

Tapi, tampaknya masuk angin ini lebih ganas dari biasanya. Jor-joran air hangat tidak mempan. Bahkan, pundak dan leher sebelah kanan jadi sangat kaku dan sakit.

Pada malam terakhir di jogja, bersama seorang kawan, kami pun mencari angkringan susu jahe. Berharap bisa membantu mengeluarkan angin bandel ini. Ketemulah kami dengan sebuah angkringan di depan kantor Kedaulatan Rakyat.

Awalnya terlihat biasa. Pesan minuman, lantas ngobrol ringan. Sampai kemudian, kami tahu bahwa si penjual ini orang Brebes. Setelah berbincang singkat, si penjual mengetahui bahwa leher dan pundak saya kaku karena masuk angin. Tanpa disangka, dia menawari mengerik punggung saya.

Awalnya ragu, tapi dia bilang tawarannya serius. Akhirnya, partner angkringan saya membelikan balsem. Dan, dimulailah peristiwa aneh itu: kerikan di angkringan :D

Angkringannya tidak terlalu ramai saat itu. Sebetulnya risih, karena masih ada pandangan aneh dari pengunjung angkringan sebelah; meskipun agak jauh. Namun, karena badan memang sudah nggak karuan, pasang muka badak akhirnya :D Hasilnya bener-bener josss. Badan langsung enakan

Lepas dari apakah kerikan itu bagus atau tidak bagi tubuh, saya belajar banyak dari penjual ini. Keramahan untuk menawarkan kebaikan kepada orang yang baru dikenal. Kesediaan untuk meminta istrinya tidak bekerja, tetap di Brebes, mengurus anaknya yang baru berusia 1 tahun, memberinya ASI. Kemauannya bekerja keras, malam menjual angkringan, pagi buta menjadi penjual koran di persimpangan lampu merah.

Terima kasih Jogja. Saya belajar banyak kali ini

 
Leave a comment

Posted by on September 8, 2012 in Tulisan

 

Tags: , ,

Undangan Premiere dan Bioskop “Pelindung Pantai Amboina”

salah satu persembahan terbaik dari teman SMA 1 Tegal untuk pertiwi. mohon dukungannya

Akhirnya film yang kami buat pada 8th Eagle Awards Documentary Competition akan segera ditayangkan perdana (premiere) di Epicentrum Cinema XXI Jakarta pada 12 September 2012.

Sedangkan untuk penayangan bioskop (info lengkap ada di Poster Attachment), akan dimulai pada 18 September di Cinema XXI di 8 Kota yaitu:

[Medan-Jakarta-Jogjakarta-Makassar] 18-20 September 2012 (Jam tayang : 12.30 WIB dan 14.40 WIB)

[Bandung-Surabaya-Banjarmasin-Palembang] 25-27 September 2012 (Jam tayang : 12.30 WIB dan 14.40 WIB)

Dengan ini pula kami memohon dukungan untuk menjadikan film Pelindung Pantai Amboina menjadi film terfavorit dengan cara ketik SMS:

EA(spasi)PANTAI
k
irim ke 9899

Saksikan pula Behind The Scene (BTS) / Proses pembuatan film Pada hari Sabtu, 8 September pukul 20.00 WIB / 22.00 WIT di Metro TV

 
Leave a comment

Posted by on September 3, 2012 in Tulisan

 

Mission (is not) Impossible

tulisan ini terpilih sebagai tulisan terbaik kedua dalam Lomba Menulis Lentera Visioner, Kabupaten Tegal tahun 2012

Kondisi aparat pegawai negeri sipil (PNS) di republik ini tidak pernah lepas dari berbagai sorotan dari masyarakat. Pertama, tentang buruknya pelayanan publik. Bisa dikatakan, masyarakat hampir enggan berurusan dengan pemerintah. Kalaupun iya, itupun karena tidak ada alternatif lain. Mengapa demikian? Ketika masyarakat bersentuhan dengan sistem pelayanan publik, bukanlah solusi, melainkan banyak masalah yang akan mereka dapatkan. Dimulai dari rumitnya birokrasi, harus adanya uang pelicin untuk memperlancar sesuatu, pelayanan yang tidak ramah, dan sebagainya. Kebobrokan ini sudah menjadi rahasia publik. Bahkan dari tingkat birokrasi yang paling rendah sekalipun. Jangan berharap akan mendapatkan layanan yang baik jika tidak ada koneksi atau punya backing di institusi pemerintahan terkait. Menurut Ketua Ombudsman RI, Danang Girindrawardana mengatakan, rendahnya kualitas pelayanan publik dipengaruhi rendahnya kualitas kebijakan dan sumber daya manusia (SDM).

Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on August 14, 2012 in Tegal, Tulisan

 

Tags: , , ,

Kepemimpinan Orang-orang Kalah

karya ini ditulis oleh Rhenald Kasali, saya copy dari sini

JOKO Widodo yang maju dalam pencalonan gubernur DKI Jakarta mengatakan dirinya tak punya uang. Maka, ia pun menjadi bingung saat dituding telah menjalankan politik uang.

Pertarungan antara kubu Joko Widodo-Basuki T Purnama dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli masih terus berlangsung, seperti halnya yang dihadapi hampir semua kontestan pilkada dari Aceh hingga Papua. Dalam banyak kesempatan selalu ditemui babak selanjutnya.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 10, 2012 in Tulisan

 

Tags: , ,

Kisah Dua Tahun

Apa yang membuatmu berbisnis kaos? Itu pertanyaan mula-mula yang saya tanyakan kepada diri saya sendiri dua tahun yang lalu. Tidak ada pengalaman dengan bisnis kaos. Tidak jago mendesain. Bahkan, tidak mengerti apa saja yang harus dipersiapkan. Namun, sorot mata yang menandakan keyakinan dari teman-temanlah yang akhirnya memantapkan pilihan kami untuk memulainya.

Maka perjalanan dua tahun, per 1 Agustus 2012 lalu, adalah keajaiban, paling tidak bagi diri saya sendiri. Tidak pernah terpikir bahwa bisnis ini masih sanggup berdiri. Bahkan bisa membuka dua kios dan menghidupi seorang karyawan penuh. Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang kami peroleh. Konflik dengan pencetak kaos, disemprot konsumen, dipandang sebelah mata, diacuhkan, menjadi menu harian.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 7, 2012 in Diary, Tegal, Tulisan

 

Tags: , ,