<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Ide dan Kisah</title>
	<atom:link href="http://akhdaafif.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhdaafif.com</link>
	<description>Untuk Allah, Islam, dan Umat Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 May 2013 08:34:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='akhdaafif.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kumpulan Ide dan Kisah</title>
		<link>http://akhdaafif.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akhdaafif.com/osd.xml" title="Kumpulan Ide dan Kisah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://akhdaafif.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tuhan Tahu, tapi Menunggu</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2013/05/24/tuhan-tahu-tapi-menunggu/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2013/05/24/tuhan-tahu-tapi-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 01:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://akhdaafif.wordpress.com/?p=1028</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan tahu, tapi menunggu [Leo Tolstoy] Salah satu keinginan saya yang belum tercapai ketika SMP adalah naik kereta api. Tempat tinggal saya dekat dengan stasiun, tapi belum pernah sekalipun saya bepergian dengan kereta api. Keluarga kami jarang bepergian. Selain tidak ada kendaraan, orang tua juga jarang mengajak kami berlibur jauh. Hanya beberapa kali keluarga dalam [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=1028&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tuhan tahu, tapi menunggu [Leo Tolstoy]</em></p>
<p>Salah satu keinginan saya yang belum tercapai ketika SMP adalah naik kereta api. Tempat tinggal saya dekat dengan stasiun, tapi belum pernah sekalipun saya bepergian dengan kereta api. Keluarga kami jarang bepergian. Selain tidak ada kendaraan, orang tua juga jarang mengajak kami berlibur jauh. Hanya beberapa kali keluarga dalam rentang tahun yang lama kami mengunjungi saudara di Jakarta. Itupun menggunakan mobil travel.</p>
<p>Pernah saya malu bergaul dengan teman-teman karena belum pernah naik kereta api. Mungkin terasa aneh, tapi bagi anak seusia itu, hal-hal remeh sangat penting dalam pergaulan. Saya sempat pesimis saya akan pernah naik kereta karena rekam jejak bepergian yang sangat minim.</p>
<p>Tiba-tiba, saat kelas 1 SMA, sekolah mengirimkan saya mengikuti lomba matematika di IPB. Dan kami ke sana dengan kereta api! Kemudian, kesempatan lain datang seperti tidak diduga. Belum setahun kuliah, saya sudah merasakan naik pesawat. Kali ini dalam rangka mewakili kampus mengikuti suatu perlombaaan.</p>
<p>Berikutnya, Allah kasih saya ke luar negeri dan beberapa daerah di nusantara. Dan saya tidak perlu mengeluarkan uang untuk itu. Dari seluruh banyak doa dan harapan kita, Tuhan selalu mendengar. Dia hanya sedang menunggu waktu yang tepat bagi kita untuk menerimanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/1028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/1028/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=1028&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2013/05/24/tuhan-tahu-tapi-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Transaksi Nurani</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2013/04/27/transaksi-nurani/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2013/04/27/transaksi-nurani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 16:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[kerupuk]]></category>
		<category><![CDATA[nurani]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://akhdaafif.wordpress.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[Tidak begitu ingat, mungkin akhir SD atau awal SMP, setiap pulang sekolah ada seorang penjual kerupuk yang lewat di depan rumah. Penjualnya wanita tua. Melihat keriput kulit dan putih rambutnya, usianya sekitar 60-an tahun. Kami memanggilnya &#8216;mbah&#8217;. Barang jualan mbah adalah kerupuk gender. Siang terik jualan kerupuk, tidak menarik bagi kebanyakan orang yang lebih menanti [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=1025&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak begitu ingat, mungkin akhir SD atau awal SMP, setiap pulang sekolah ada seorang penjual kerupuk yang lewat di depan rumah. Penjualnya wanita tua. Melihat keriput kulit dan putih rambutnya, usianya sekitar 60-an tahun. Kami memanggilnya &#8216;mbah&#8217;. Barang jualan mbah adalah kerupuk gender. Siang terik jualan kerupuk, tidak menarik bagi kebanyakan orang yang lebih menanti minuman segar atau semacamnya.</p>
<p>Lebih dari sekali dua kali, ibu atau bapak meminta kami memanggil mbah untuk membeli kerupuknya. Seusia saya saat itu, merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh ibu maupun bapak. Kerupuk di kaleng masih ada. Buat apa beli-beli kerupuk lagi? Kan sayang dengan uangnya.</p>
<p>Hingga kemudian, saya menyadari bahwa membeli kerupuk gender itu bukan karena kami perlu membelinya. Ada pesan yang ingin diajarkan bagi kami, dalam jual beli tidaklah harus bahwa kami memerlukannya. Atau bersandar pada kepentingan untung rugi. Kadang dengan membeli, kita bisa membantu. Kita ingin menunjukkan, kita menghargai kerja kerasnya.</p>
<p>Dengan kondisi serenta itu, adalah berhak baginya untuk meminta bantuan tanpa perlu berdagang. Namun, dia punya harga diri untuk tidak membiarkan dirinya menjadi pengemis. Kemuliaan inilah yang sedang kami apresiasi, meski nilainya jauh lebih tinggi dari harga kerupuk yang kami beli.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/1025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/1025/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=1025&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2013/04/27/transaksi-nurani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Berkesan</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2013/03/14/yang-berkesan/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2013/03/14/yang-berkesan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2013 10:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[galgil]]></category>
		<category><![CDATA[kaos]]></category>
		<category><![CDATA[laka-laka]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[Suatu waktu, saya bersama adik pulang ke Tegal dari Stasiun Gambir. Ketika masuk ke dalam kereta Cirebon Express, yang kami tumpangi, kami berpapasan dengan seseorang yang menggunakan Kaos Galgil. Dengan wajah sok penasaran, saya dekati orangnya. Kemudian, terjadilah percakapan, seolah-olah saya tertarik dengan kaos yang dipakainya. Tanpa saya duga, orang ini semangat betul menceritakan kaos [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=1003&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu waktu, saya bersama adik pulang ke Tegal dari Stasiun Gambir. Ketika masuk ke dalam kereta Cirebon Express, yang kami tumpangi, kami berpapasan dengan seseorang yang menggunakan <a title="Kaos Galgil" href="https://www.facebook.com/kaosgalgil" target="_blank">Kaos Galgil</a>. Dengan wajah sok penasaran, saya dekati orangnya. Kemudian, terjadilah percakapan, seolah-olah saya tertarik dengan kaos yang dipakainya. Tanpa saya duga, orang ini semangat betul menceritakan kaos yang dia pakai. Tempat di mana dia belinya. Harga kaosnya. Hingga dia berani menjamin bahwa kualitas kaosnya itu adem, enak dipakai, dan tahan lama. Seakan-akan dia mengajak saya untuk tidak ragu membelinya. Saya tersenyum, kemudian mengiyakan.</p>
<p>Ada banyak hal menarik dalam hidup saya. Namun, bertemu dengan seseorang yang menggunakan <a title="Kaos Galgil" href="https://www.facebook.com/kaosgalgil" target="_blank">produk kaos</a> yang kami kelola, itu rasanya luar biasa. Apalagi, mereka mempromosikannya dengan begitu semangatnya. Ada yang mengabadikan dalam bentuk foto kemudian menge-<em>tag</em> ke facebook kami.</p>
<p>Bukan sekali dua kali saya menemui orang-orang berbuat demikian. Itu menambah keyakinan saya, bahwa bisnis bukan sekedar mencari keuntungan. Kami menikmatinya. Setiap detik demi detik prosesnya. Langkah-langkah pelajaran yang kami peroleh. Semuanya. Sungguh, luar biasa mengesankan.</p>
<p>Anda berani mencoba? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/1003/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/1003/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=1003&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2013/03/14/yang-berkesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anugerah Kebaikan yang Terjaga Kesuciannya</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2013/03/06/anugerah-kebaikan-yang-terjaga-kesuciannya/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2013/03/06/anugerah-kebaikan-yang-terjaga-kesuciannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2013 11:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=991</guid>
		<description><![CDATA[21 Februari 2013 Pukul 02.00 Istri membangunkan saya. Air ketubannya pecah. Segera saya bangun, kemudian mencari taksi. Baru 20 menit saya bisa memperoleh taksi. Setibanya di kontrakan, ternyata istri sudah menghubungi adiknya untuk menjemput menggunakan mobil. Akhirnya kami bergegas menuju ke RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. Setelah dicek di UGD, istri kemudian dibawa ke ruangan [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=991&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>21 Februari 2013</strong></p>
<p><strong>Pukul 02.00</strong></p>
<p>Istri membangunkan saya. Air ketubannya pecah. Segera saya bangun, kemudian mencari taksi. Baru 20 menit saya bisa memperoleh taksi. Setibanya di kontrakan, ternyata istri sudah menghubungi adiknya untuk menjemput menggunakan mobil. Akhirnya kami bergegas menuju ke RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. Setelah dicek di UGD, istri kemudian dibawa ke ruangan inap.</p>
<p><strong>Pukul 09.00</strong></p>
<p>Dokter kemudian memutuskan melakukan induksi. Air ketuban sudah keluar banyak, tapi masih pembukaan pertama. Perihnya luar biasa. Istri kesakitan. Menahan sakit. Meremas-remas tangannya. Juga tangan saya sendiri. Tetap dengan kalimat istighfar. Awalnya tiap 20 menit. Hingga mendekati pukul 11.30, sakitnya sudah tiap 2 menit.</p>
<p><em>Pukul 11.55</em></p>
<p>Tanda-tanda akan lahir sudah mulai muncul. Istri segera dipindahkan ke ruang persalinan. Saya tegang. Pengalaman pertama sekaligus memang hanya kami berdua yang ada di RS. Entah dorongan dari mana, ternyata saya berani masuk ke ruang persalinan untuk melihat istri melahirkan! Melihat darahpun kepala saya pusing, tapi ini kok malah berani. Ajaib <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dokter sudah masuk ke ruangan. Tepat pukul 12.00 saya menelepon ibu, bapak, adik dan mertua. Meminta doa restu karena istri sedang berada di antara hidup dan matinya. Saya masuk kembali ke ruangan. Tegang. Dokter meminta istri untuk mengejan. Saya mengiringi dengan kalimat &#8220;la haula wa la quwwata illa billah&#8221;. Membisiki istri untuk tetap ingat Allah. Dokter meminta istri mengejan lagi. Kepala si kecil sudah nongol. Terus, kata dokter. Dan di pengejanan ketiga, si kecil berhasil keluar dengan selamat. Pukul 12.07. Alhamdulillah&#8230;.</p>
<p>Haru benar perasaan saya. Langsung bersujud syukur di ruangan itu. Lafaz hamdalah terus meluncur. Proses persalinan si kecil berlangsung dalam tempo yang singkat. Sangat singkat. Dan alhamdulillah bisa melahirkan dengan normal. Padahal, saat awal kami sempat cemas harus sesar karena mata istri sudah minus 8.</p>
<p><strong>22 Februari 2013</strong></p>
<p>Ini waktunya kami mengumumkan namamu nak ke seluruh dunia:</p>
<p><strong>CARISSA HUSNA AFIFAH</strong></p>
<p>Doa kami supaya engkau menjadi <strong>ANUGERAH KEBAIKAN DARI ALLAH YANG TERJAGA, BAIK IMANNYA, AKHLAKNYA, JUGA AKALNYA</strong></p>
<p><strong></strong><em>*tulisan ini dibuat sebagai kado aqiqahmu hari ini nak. jadi hamba yang sholehah ya nak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p><a href="http://akhdaafif.files.wordpress.com/2013/03/20130303_1126211.jpg"><img class="size-full wp-image" id="i-1000" alt="Image" src="http://akhdaafif.files.wordpress.com/2013/03/20130303_1126211.jpg?w=470" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/991/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=991&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2013/03/06/anugerah-kebaikan-yang-terjaga-kesuciannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akhdaafif.files.wordpress.com/2013/03/20130303_1126211.jpg?w=470" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Toleransi Natal</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/12/25/toleransi-natal/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/12/25/toleransi-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2012 07:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngaji]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://akhdaafif.com/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah rangkaian tweet menarik dari Salim A Fillah tentang Natal. Semoga bermanfaat buat kita semua. 1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi&#8217;an (kristolog Jogja -red); &#8220;Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak.&#8221; 2. Wasi&#8217;an: &#8220;Kalian mengimani Musa, juga &#8216;Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda.&#8221; 3. [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=985&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah rangkaian tweet menarik dari Salim A Fillah tentang Natal. Semoga bermanfaat buat kita semua.</p>
<p>1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi&#8217;an (kristolog Jogja -red); &#8220;Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak.&#8221;</p>
<p>2. Wasi&#8217;an: &#8220;Kalian mengimani Musa, juga &#8216;Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda.&#8221;</p>
<p>3. Wasi&#8217;an: &#8220;Kalian imani Taurat, Zabur, &amp; Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan.&#8221;</p>
<p>4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati &amp; dekat pada kami; sementara Yahudi &amp; musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82).</p>
<p>5. Tapi mungkin memang sudah tabiat &#8216;aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120).</p>
<p><span id="more-985"></span><br />
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi &amp; usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8).</p>
<p>7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64).</p>
<p>8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6).</p>
<p>9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai &#8216;Isa &amp; Maryam, meski kami tak bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad.</p>
<p>10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman.</p>
<p>11. Najasyi Habasyah &amp; Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata, dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?</p>
<p>12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, &amp; Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan mengharukan pada Maryam &amp; &#8216;Isa yang tiada duanya.</p>
<p>13. Termuliakanlah &#8216;Isa dengan penciptaan &amp; kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59).</p>
<p>14. Termulialah &#8216;Isa nan bicara dalam buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, &amp; nantinya dibangkitkan. (QS 19: 33)</p>
<p>15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai &#8216;Isa, Nabi &amp; RasulNya. Ruh &amp; kalimatNya, yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam.</p>
<p>16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran &#8216;Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25 Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya.</p>
<p>17. Sebab Maryam nan sungguh berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember.</p>
<p>18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des itu hari kelahiran Janus &amp; Mitra, Dewa Matahari.</p>
<p>19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul &#8216;Azmi nan teguh hati; &#8216;Isa, agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini.</p>
<p>20. Sayangnya, hampir seluruh gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan &#8216;Son of God&#8217; sebagai &#8216;Sun of God&#8217;.</p>
<p>21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam Natal. Ini harinya Janus &amp; Mitra. Bukan harinya &#8216;Isa, kawan terkasih.</p>
<p>22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju &amp; cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya.</p>
<p>23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di &#8216;Idul Fitri &amp; Adhha, kami kan simak para &#8216;ulama.</p>
<p>24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86)</p>
<p>25. Yang disepakati para &#8216;ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala yang bernilai ritual &amp; ibadah. Pun jua Fatwa MUI.</p>
<p>26. Jika keterlibatan dalam kegiatan Natal nan bersifat ibadah &amp; ritual disepakati haramnya, para &#8216;ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.</p>
<p>27. Yang membolehi selamat Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy; menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas &#8216;aqidah.</p>
<p>28. Tahniah Natal, kata keduanya; bisa menjadi da&#8217;wah sebagaimana Ibrahim bicara tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)</p>
<p>29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang &#8216;Ibrahim Mencari Tuhan&#8217;, tapi &#8216;Ibrahim Berda&#8217;wah&#8217;, demikian ditegaskan Al Qurthuby.</p>
<p>30. Maka tahni-ah Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.</p>
<p>31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah Natal ini dengan kehati-hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.</p>
<p>32. Adapun Al &#8216;Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA (Kerajaan Saudi Arabia), dll cenderung mengharamkan tahni-ah Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai &#8216;aqidah keliru.</p>
<p>33. Jadi ikhtilaf &#8216;Ulama terkait tahni-ah Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.</p>
<p>34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama.</p>
<p>35. Lajnah Fatwa KSA &amp; Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&amp;Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk.</p>
<p>36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan Natal? Kata Asy-Syafi&#8217;i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.</p>
<p>37. Dengan jernih hati &amp; mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati.</p>
<p>38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak sekedar benar, melainkan juga tepat &amp; cerdas.</p>
<p>39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy &amp; Az Zarqa, al; di wilayah muslim minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll .</p>
<p>40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al &#8216;Utsaimin pada posisi memelihara &#8216;izzah agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain.</p>
<p>41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya.</p>
<p>42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan &#8216;ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: <a href="http://media.isnet.org/antar/etc/NatalMUI1981.html" rel="nofollow">http://media.isnet.org/antar/etc/NatalMUI1981.html</a></p>
<p>43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan &amp; mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari&#8217;at.</p>
<p>44. Sebab itu; para &#8216;Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) &amp; KHATHA&#8217; (keliru), bukannya HAQ &amp; BATHIL.</p>
<p>45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia.</p>
<p>46. Demikian bincang Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim, terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)<br />
<h2 class="post-title"><a href="http://akhdaafif.com/2012/12/25/toleransi-natal/" title="Permalink to Toleransi&nbsp;Natal" rel="bookmark">Toleransi&nbsp;Natal</a></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/985/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=985&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/12/25/toleransi-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah dari Bandung</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/12/20/hikmah-dari-bandung/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/12/20/hikmah-dari-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2012 04:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu, saya berkunjung ke seorang rekan. Ketika sholat maghrib, kami berdua sholat di masjid, dekat mall BIP. Setelah sholat, ternyata ada kajiannya. Berikut yang saya peroleh dari kajian tersebut, telah saya share di akun twitter saya, @akhdaafif. Semoga bermanfaat (1) kali ini mau berbagi #ngaji yang saya dengarkan kemarin malam di masjid sekitar BIP [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=978&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu itu, saya berkunjung ke seorang rekan. Ketika sholat maghrib, kami berdua sholat di masjid, dekat mall BIP. Setelah sholat, ternyata ada kajiannya. Berikut yang saya peroleh dari kajian tersebut, telah saya share di akun twitter saya, <a href="https://twitter.com/akhdaafif" target="_blank">@akhdaafif</a>. Semoga bermanfaat</p>
<p>(1) kali ini mau berbagi #ngaji yang saya dengarkan kemarin malam di masjid sekitar BIP Bandung bareng @fahmimachda</p>
<p>(2) habis singgah untuk sholat maghrib, eh ternyata ada sesi #ngaji .berikut apa yang disampaikan beliau</p>
<p>(3) bahwa siksa kubur itu benar-benar ada. seseorang setelah meninggal, di alam kuburnya akan diberikan siksa dan nikmat kubur #ngaji</p>
<p>(4) semuanya tergantung amalan orang tersebut selama berada di dunia #ngaji</p>
<p>(5) suatu ketika datang seorang wanita yahudi menghadap rasul, meminta doa untuk dijauhkan dari azab kubur #ngaji</p>
<p>(6) aisyah ra yang mendengarnya kemudian bertanya kepada rasul, apakah benar ada siksa kubur? rasul mengiyakan #ngaji</p>
<p><span id="more-978"></span><br />
(7) karena itulah, kita dianjurkan untuk berdoa menghindari azab kubur tersebut. doanya termasuk sunnah yang dibaca setelah tahiyat akhir #ngaji</p>
<p>(8) allahumma inni a&#8217;udzubika min &#8216;adzabil qobri, wa min fitnatil mahya wal mamaati, wa min syarri fitnaatil masiihid dajjal #ngaji</p>
<p>(9) seberapa mengerikankah azab kubur ini? beliau menyampaikan kisah dari Yaman yang diperoleh dari internet #ngaji</p>
<p>(10) ada seseorang yang meninggal karena overdosis. kemudian seusai dimakamkan, orang tuanya minta digali lagi untuk diotopsi #ngaji</p>
<p>(11) orangtuanya tidak percaya kalau anaknya meninggal karena overdosis. kemudian digali ulanglah kuburan anaknya itu #ngaji</p>
<p>(12) penggalian ini tidak lama setelah anak ini dimakamkan. ketika dilihat jenazahnya, ternyata tulang rusuknya sudah hancur #ngaji</p>
<p>(13) mukanya terbakar. mata sebelah kanannya melotot keluar. na&#8217;udzubillah min dzaliik #ngaji</p>
<p>(14) beliau menuturkan, ada 4 amalan untuk meringankan siksa kubur ini #ngaji</p>
<p>(15) yang pertama, sholat fardu di awal waktu. berat. sangat berat #ngaji</p>
<p>(16) sholat dzuhur jam 2 memang masih masuk waktu dzuhur. tapi yang menyelamatkan dari siksa kubur, sholat segera setelah azan berkumandan #ngaji</p>
<p>(17) yang kedua, membaca al quran #ngaji</p>
<p>(18) disempatkan tiap hari membaca. entah seayat. sehalaman. semampunya. tempatkan quran di setiap bagian rumah, kecuali yang dilarang #ngaji</p>
<p>(19) biar bisa dibaca sama kita. jangan cuma anak yang dibayarin bimbel matematika sama fisika biar pinter, belajar baca quran juga dong #ngaji</p>
<p>(20) nah, ketiga dan keempatnya kepotong nih karena sudah masuk waktu isya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  silakan kalo ada yang bisa melanjutkan #ngaji</p>
<p>(21) wallahu &#8216;alam saya juga bisa melanjutkan mendengarkan ceramah beliau ini karena pekan depan belum tentu ke bandung pada jumat malam #ngaji</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/978/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/978/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=978&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/12/20/hikmah-dari-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Bu Ita</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/12/18/tentang-bu-ita/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/12/18/tentang-bu-ita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2012 10:42:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[(1) mau berbagi #ngaji @ChatingdenganYM edisi jumat malem pekan kemarin. subhanallah hikmah yang didapet (2) kisahnya tentang bu ita, seorang ibu yang jadi tukang ojek, pedagang, dan tukang cuci #ngaji (3) beliau sudah 7 tahun menekuni pekerjaan itu. tidak ada pilihan karena suaminya terkena stroke. usia suaminya sekarang 46 tahun #ngaji (4) anaknya dua. satunya [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=973&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(1) mau berbagi #ngaji @ChatingdenganYM edisi jumat malem pekan kemarin. subhanallah hikmah yang didapet</p>
<p>(2) kisahnya tentang bu ita, seorang ibu yang jadi tukang ojek, pedagang, dan tukang cuci #ngaji</p>
<p>(3) beliau sudah 7 tahun menekuni pekerjaan itu. tidak ada pilihan karena suaminya terkena stroke. usia suaminya sekarang 46 tahun #ngaji</p>
<p>(4) anaknya dua. satunya sudah lulus smk. yang bungsu kelas 3 smp #ngaji</p>
<p>(5) pagi abis subuh dia berangkat ngojek. jam 8 kembali ke rumah, memandikan dan menyuapi sarapan suaminya #ngaji</p>
<p>(6) sambil ngojek, beliau dagang susu kedelai. malamnya baru mberesin cucian. luar biasanya, beliau nyuci dengan tangan #ngaji</p>
<p><span id="more-973"></span><br />
(7) padahal, kegiatannya dari pagi sampai malam pasti luar biasa menguras tenaga. ya kerja, ya ngurus suami, ngurus anak. masya Allah! #ngaji</p>
<p>(8) yang luar biasanya dari bu ita, beliau sabar dan menjalani dengan pasrah sama Allah #ngaji</p>
<p>(9) katanya, dengan kayak gini, alhamdulillah banyak orang yang bantu saya, sayang sama saya #ngaji</p>
<p>(10) ada dokter yang kalo saya periksain suami, gak bayar. anak saya sekolah dapet beasiswa. dapet langganan buat diojekin. Allah Kariim! #ngaji</p>
<p>(11) ustadz @Yusuf_Mansur langsung kasih mesin cuci buat ngeringanin kerjaannya bu ita #ngaji</p>
<p>(12) ustadz @JayaYEA kasih bantuan modal 5 juta, sama kasih beasiswa buat anaknya biar bisa jadi pengusaha yang barokah. Allahu Akbar! #ngaji</p>
<p>(13) bu ita ngadu sama ustadz @Yusuf_Mansur ,bahwa beliau pernah nyubit keras suaminya suatu waktu #ngaji</p>
<p>(14) bu ita lagi kecapekan, terus suaminya berantakin pupnya. bu ita saking capeknya, terus nyubit. astaghfirullah&#8230; #ngaji</p>
<p>(15) beliau ngerasa bersalah betul. tanya ke ustadz @Yusuf_Mansur ,apa Allah bakal ngampunin dosa dia? Allah Kariim&#8230; #ngaji</p>
<p>(16) masya Allah&#8230; luar biasa bu ita ini. semoga Allah berkahi hidupnya. dikasih balasan surga buat amalannya #ngaji</p>
<p>(17) saya sendiri nggak tahu, apa dalam posisi seperti bu ita bisa sesabar itu? #ngaji</p>
<p>(18) luar biasa Allah yang ngasih kita ujian yang berbeda buat disesuaiin sama kemampuan kita sendiri #ngaji</p>
<p>(19) laa yukallifullahu nafsan illa wus&#8217;ahaa, nggak bakal Allah kasih di luar kesanggupan kita #ngaji</p>
<p>(20) semoga bermanfaat #ngaji ini, khususnya buat yang nggak nonton @ChatingdenganYM .maap sudah menuhin timeline. pamit&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/973/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=973&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/12/18/tentang-bu-ita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halte Prestasi</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/10/21/halte-prestasi/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/10/21/halte-prestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2012 10:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[kaos galgil]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://akhdaafif.wordpress.com/?p=969</guid>
		<description><![CDATA[Siang awal Oktober, seorang rekan di tim Kaos Galgil menyampaikan sebuah berita. Keikutsertaan kami dalam Lomba Kreasi dan Inovasi di Pemkab Tegal membawa kami sebagai juara I. Sontak, sisi manusiawi saya gembira bukan kepalang. Ini adalah salah satu prestasi yang punya arti penting. Pengakuan juara I berarti kerja keras dan doa kami mengelola Kaos Galgil [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=969&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Siang awal Oktober, seorang rekan di tim Kaos Galgil menyampaikan sebuah berita. Keikutsertaan kami dalam Lomba Kreasi dan Inovasi di Pemkab Tegal membawa kami sebagai juara I. Sontak, sisi manusiawi saya gembira bukan kepalang. Ini adalah salah satu prestasi yang punya arti penting. Pengakuan juara I berarti kerja keras dan doa kami mengelola Kaos Galgil diapresiasi. Diberikan pengakuan yang positif.</p>
<p>Tidak lama setelah pengukuhan juara tersebut, datang pesan melalui facebook saya. Mengundang tim Galgil untuk menjadi tamu talkshow di sebuah radio di kota Tegal. Temanya tentang semangat inspiratif pemuda.</p>
<p>Dua prestasi berturutan ini bagi saya pribadi, sungguhlah istimewa. Namun, kami selalu memahami bahwa setiap pencapaian hanyalah halte. Hanya sementara dan bukan tujuan akhir. Sejatinya, kemenangan, keunggulan, atau apapun namanya tidaklah membuat kita lalai dan merasa lebih unggul dari yang lainnya. Kemenangan hakiki yaitu ketika kita mampu menundukkan ego kita sendiri, hingga sampailah kepada derajat <em>ahsanu taqwim</em>, sebaik-baik penciptaan.</p>
<p>Semoga Allah meridhoi amal kami, menguatkan kesabaran kami, meneguhkan keistiqomahan kami. Masih banyak cita yang belum ditunaikan. Paling tidak, untuk tanah lahir kami tercinta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/969/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/969/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=969&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/10/21/halte-prestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lemari Baju</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/09/18/lemari-baju/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/09/18/lemari-baju/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2012 15:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[baju]]></category>
		<category><![CDATA[lemari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://akhdaafif.wordpress.com/?p=958</guid>
		<description><![CDATA[Lemari baju di rumah saya ternyata sudah penuh isinya. Tiap hari saya buka, tapi baru kali ini menyadarinya. Mau tak mau, saya pun menyelidiki isi tumpukan itu. Mengambil helai demi helai, membangkitkan kembali memori saya. Baju batik ini saya beli di sana. Kaos ini adalah oleh-oleh dari kota itu. Kaos yang ini suvenir dari ikut [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=958&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Lemari baju di rumah saya ternyata sudah penuh isinya. Tiap hari saya buka, tapi baru kali ini menyadarinya. Mau tak mau, saya pun menyelidiki isi tumpukan itu.</p>
<p>Mengambil helai demi helai, membangkitkan kembali memori saya. Baju batik ini saya beli di sana. Kaos ini adalah oleh-oleh dari kota itu. Kaos yang ini suvenir dari ikut pelatihan.</p>
<p>Dan banyak dari stok di lemari itu yang ternyata sangat jarang saya pakai. Kenyataannya, hanya baju dan celana itu itu saja yang sering saya gunakan. Akhirnya segera saya kemasi isi lemari yang sudah jarang dipakai itu. Dengan memberikannya kepada orang lain, mungkin akan jauh berguna, lebih bermanfaat untuk dikenakan.</p>
<p>Melihat perilaku itu, saya berpikir, tabiat saya ini kok cenderung rakus ya. Perlu hanya beberapa helai baju, tapi serakah menumpuknya. Bahkan akhirnya menyiakannya.</p>
<p>Saya juga prihatin dengan kedermawanan saya. Ternyata masih artifisial, masih rendah mutunya. Berbagi kalau sudah tak memerlukannya lagi. Padahal, kualitas berbagi yang tinggi diperoleh kalau memberikan yang terbaik. Bukan yang sisa.</p>
<p>Berarti puasa yang sudah saya jalani bertahun-tahun ini bisa jadi tidak memberikan pengaruh apa-apa. Saya tidak bisa mengendalikan diri. Bahkan untuk hal-hal yang sepele, hanya urusan baju. Belum urusan masyarakat, ekonomi, budaya, pendidikan, masa depan bangsa dan negara.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/958/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=958&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/09/18/lemari-baju/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biaya dan Gengsi Jurusan Kuliah</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/09/16/biaya-dan-gengsi-jurusan-kuliah/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/09/16/biaya-dan-gengsi-jurusan-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2012 15:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[Ingin berbagi dengan menuliskan kembali apa yang telah saya tuliskan di twitter saya @akhdaafif. Semoga bermanfaat mohon maaf mengganggu timeline rekan-rekan. saya ingin berbagi info dan pengalaman kehidupan pasca SMA cc: @infotegal @tegalcyber bagi anak-anak daerah, pilihan pasca SMA ini membuat was-was. pertimbangannya banyak: orang tua, teman hingga diri sendiri #kuliah juga termasuk pilihan kampus [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=955&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ingin berbagi dengan menuliskan kembali apa yang telah saya tuliskan di twitter saya @akhdaafif. Semoga bermanfaat</em></p>
<p>mohon maaf mengganggu timeline rekan-rekan. saya ingin berbagi info dan pengalaman kehidupan pasca SMA cc: @infotegal @tegalcyber</p>
<p>bagi anak-anak daerah, pilihan pasca SMA ini membuat was-was. pertimbangannya banyak: orang tua, teman hingga diri sendiri #kuliah</p>
<p>juga termasuk pilihan kampus dan jurusannya, termasuk pilihan kotanya. variabelnya bikin bingung. takut salah pilihan yang diambil #kuliah</p>
<p><span id="more-955"></span><br />
bagi adik-adik yang masih SMA, yang terbaik memikirkan pilihan pasca SMA itu di kelas X. setelat-telatnya pas kelas XII #kuliah</p>
<p>jangan sampe mendekati kelulusan baru menentukan sikap. terlalu terlambat. mepet. nggak ada persiapan #kuliah</p>
<p>buat yang ngincer SNMPTN undangan, ya harus dari awal kelas X mempersiapkan prestasi terbaiknya #kuliah</p>
<p>dari pengalaman mendengarkan banyak cerita dari adik-adik SMA, pertimbangan utama mereka tentang #kuliah adalah biaya</p>
<p>sip. itu masuk akal. tapi, miris kalo nggak mau milih dan bertarung di kampus-kampus terbaik hanya karena biaya #kuliah</p>
<p>selama kuliah di @fasilkomUI dan bergabung di @sintesaui , saya melihat teman-teman punya macam-macam cara mengatasi biaya #kuliah</p>
<p>saya jadi pengajar privat sejak semester I, teman-teman cowok maupun cewek di @sintesaui juga banyak yang demikian #kuliah</p>
<p>ada teman yang jualan nasi uduk di asrama UI. ada yang nyari duit dari lomba. ada yang nyari beasiswa #kuliah</p>
<p>syaratnya dua: mau prihatin dan berjuang #kuliah</p>
<p>kebingungan kedua biasanya tentang prospek jurusan dan kampus #kuliah</p>
<p>setiap jurusan punya prospeknya masing-masing. kuncinya: jadi yang terbaik di studi yang kita pilih #kuliah</p>
<p>gengsi jurusan tertentu &#8220;membaranya&#8221; cuma di awal-awal masuk aja. kalo udah berinteraksi dengan teman dari beda jurusan, gak lagi #kuliah</p>
<p>masih ada beberapa hal tentang #kuliah ini, insya Allah disampaikan lain waktu. semoga bermanfaat. maaf mengganggu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/955/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&#038;blog=1252326&#038;post=955&#038;subd=akhdaafif&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/09/16/biaya-dan-gengsi-jurusan-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
