<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Ide dan Kisah</title>
	<atom:link href="http://akhdaafif.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhdaafif.com</link>
	<description>Untuk Allah, Islam, dan Umat Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 06:44:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='akhdaafif.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kumpulan Ide dan Kisah</title>
		<link>http://akhdaafif.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akhdaafif.com/osd.xml" title="Kumpulan Ide dan Kisah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://akhdaafif.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hati-Hati dari Dosa</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/01/20/hati-hati-dari-dosa/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/01/20/hati-hati-dari-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 06:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, #ngaji kita mulai&#8230; #pakesarung #pasangpeci. Materi #ngaji ini saya peroleh dari kiriman MP3 seorang teman dari Tegal. MP3 itu berisi tentang seseorang yang mengajukan pertanyaan kepada seorang kyai. Pertanyaannya sederhana sekali, &#8220;kenapa sih hidup ini penuh krisis, banyak orang miskin, ngantri BBM?&#8221;. Dengan santainya sang kyai ini menjawab, &#8220;Sebenarnya tujuan kita diciptakan oleh Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=879&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah, #ngaji kita mulai&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  #pakesarung #pasangpeci. Materi #ngaji ini saya peroleh dari kiriman MP3 seorang teman dari Tegal.</p>
<p>MP3 itu berisi tentang seseorang yang mengajukan pertanyaan kepada seorang kyai. Pertanyaannya sederhana sekali, &#8220;kenapa sih hidup ini penuh krisis, banyak orang miskin, ngantri BBM?&#8221;. Dengan santainya sang kyai ini menjawab, &#8220;Sebenarnya tujuan kita diciptakan oleh Allah SWT, Dia gak pengen buat kita miskin&#8221;. &#8220;Allah juga nggak pengen buat kita susah. Bahkan sebaliknya, Allah menciptakan kita hanya dengan dua tujuan: yang pertama, dimuliakan. yang kedua, dimanja&#8221;.</p>
<p><span id="more-879"></span><br />
&#8220;Adam diciptakan dengan penuh kenikmatan. Namun, karena satu dosa yang diperbuat Adam, maka dipersulit hidupnya oleh Allah&#8221;. &#8220;Jangan makan buah khuldi, eh malah dimakan. Maka akhirnya, Allah turunkan ke bumi. Maka Adam tak bisa nikmati seperti dulu&#8221;.</p>
<p>&#8220;Apa karena itu, manusia berhenti berdosa? Nggak. Maka dulu yang tinggal ambil, kemudian harus nanem dulu baru nunggu panen&#8221;. &#8220;Apa karena itu dia berhenti dosanya? tetep lanjut. Maka tidak boleh nanem. Harus beli. Pergi pagi pulang malem. Lebih susah hidupnya&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa dosanya berhenti? Nggak. Bikin dosa lagi. Maka, buat dapet sesuatu, ia harus hutang. Jadi lebih susah hidupnya&#8221;. &#8220;Apa manusia karena susah berhenti berbuat dosa? Nggak. Nambah lagi dosanya. Akhirnya nggak boleh ngutang&#8221;. &#8220;Sekarang manusia jadi gali lobang tutup lobang, nambah susah lagi hidupnya. Dipersulit sama Allah&#8221;.</p>
<p>Kata pak kyai, kalo ingin hidup tenang, tentram, dimanja sama Allah, kuncinya sederhana, jangan buat dosa! Ketika kita berhati-hati dari dosa, hidup enak banget. Ketika kita berhati-hati dari dosa, Allah langsung yang pegang urusannya. Hidup seperti berasa di surga. Pengen apa aja, cling dateng. Kayaknya gampang betul.</p>
<p>Kelihatannya nggak masuk akal ya? Ya karena selama ini kita pake logika manusia terus yang terbatas, nggak pake ilmunya Allah. Hidup udah berasa di surga. Bedanya surga di dunia dan di akhirat, hanya kematian saja. Makanya orang-orang beriman itu, menunggu kematian. ketika kematian tiba, mereka sudah masuk ke dalam surga. Intinya, semakin kita berhati-hati dari dosa, semakin banyak keajaiban yang muncul.</p>
<p>Demikian #ngaji kita malam ini. Semoga Allah berkahi dan bermanfaat bagi kita. Mohon maaf atas segala salah. Selamat beristirahat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=879&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/01/20/hati-hati-dari-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Syair</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/01/18/lima-syair/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/01/18/lima-syair/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 13:54:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://akhdaafif.wordpress.com/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[Lima Syair tentang Warisan Harta (I) Inilah syair pertama tentang secercah sejarah Mengenai nabi Muhammad menjelang wafat Ketika sakit beliau sudah terasa berat Pada tabungannya yang sedikit jadi teringat Menyedekahkannya belumlah lagi sempat Maka Rasulullah berkata pada Aisyah ‘Aisyah, mana itu ashrafi? Sedekahkanlah segera di jalan Allah Berikanlah secepatnya pada orang tidak berpunya Bila masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=876&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lima Syair tentang Warisan Harta</p>
<p>(I)<br />
Inilah syair pertama tentang secercah sejarah<br />
Mengenai nabi Muhammad menjelang wafat<br />
Ketika sakit beliau sudah terasa berat<br />
Pada tabungannya yang sedikit jadi teringat<br />
Menyedekahkannya belumlah lagi sempat<br />
Maka Rasulullah berkata pada Aisyah<br />
‘Aisyah, mana itu ashrafi?<br />
Sedekahkanlah segera di jalan Allah<br />
Berikanlah secepatnya pada orang tidak berpunya<br />
Bila masih ada harta kutinggalkan<br />
Di rumahku ini, pasti itu bakal jadi rintangan<br />
Dan aku tak aman menghadap Tuhan.”<br />
Sesudah tabungan itu dibagikan<br />
Maka wafatlah beliau dengan aman</p>
<p>(II)<br />
Inilah syair kedua tentang Khalid bin Walid<br />
Perwira tinggi yang amat gagah berani<br />
Seorang jenderal pertempuran yang sejati<br />
Caranya mati dia sesali sendiri<br />
Karena bukan gugur di medan pertempuran<br />
Tapi karena sakit, mati di atas dipan<br />
Mengenai harta benda yang dia tinggalkan<br />
Hanya tiga jenis macamnya:<br />
Sebilah pedang<br />
Seekor kuda<br />
Dan seorang pembantu rumah tangga</p>
<p>(III)<br />
Inilah syair ketiga tentang Umar yang perkasa<br />
Yang pernah menaklukkan Persia dan Roma<br />
Yang kilatan pedangnya menggoncang kerajaan demi kerajaan<br />
Yang perkasa, kaya serta berkuasa<br />
Tetapi sesudah dia tiada lagi bernyawa<br />
Warisannya cuma sehelai baju<br />
Terbuat dari kain yang kasar<br />
Dan uang lima keping<br />
Seharga lima dinar</p>
<p>(IV)<br />
Inilah syair keempat tentang Aurangzeb<br />
Penguasa imperium Mughal di India<br />
Luas dan jaya kerajaannya<br />
Adil serta merata kemakmurannya<br />
Dan ketka dia pergi menghadap Tuhan<br />
Dia meninggalkan dua warisan<br />
Pertama, uang sebanyak empat rupi dua anna<br />
Hasil penjualan kopiah jahitannya<br />
Kedua, uang sebanyak 305 rupi<br />
Upah menyalin Quran dengan tangan<br />
Dan semua itu ke mana pergi<br />
Pada rakyat yang miskin habis dibagi-bagi</p>
<p>(V)<br />
Inilah syair kelima tentang Sultan Shalahuddin<br />
Pahlawan perang yang sangat harum namanya<br />
Raja dari kawasan yang amat luasnya<br />
Sultan dari kerajaan yang sangat makmurnya<br />
Dan dia, pada hari wafatnya<br />
Tidak mewariskan harta benda suatu apa<br />
Karena seluruhnya sudah habis disedekahkannya<br />
Pada kawula fakir miskin yang lebih<br />
memerlukannya<br />
Sehingga biaya pemakamannya<br />
Adalah urunan dari sahabat-sahabatnya<br />
Dan ada rakyat yang datang menyumbang batang-batang jerami<br />
Untuk membuat batu bata<br />
Sebagai pagar dari makamnya</p>
<p><em>*dikutip dari puisi karya Taufik Ismail</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/876/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=876&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/01/18/lima-syair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bakso Khalifatullah</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/01/16/bakso-khalifatullah/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/01/16/bakso-khalifatullah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 13:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobaknya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti. “Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang. “Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya.“Uangnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=873&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobaknya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti.</p>
<p>“Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang.</p>
<p>“Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya.“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?”</p>
<p><span id="more-873"></span><br />
Ia tertawa. “Iya Pak. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya”</p>
<p>“Maksud Pak Patul?”, ganti saya yang bertanya.</p>
<p>“Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yang merupakan milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.</p>
<p>Aduh gawat juga Pak Patul ini. “Maksudnya?”, saya mengejar lagi.</p>
<p>“Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurut Tuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban dan yang sejenisnya. Sedangkan yang di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji. Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos haji naiknya tidak terlalu, sehingga saya masih bisa menjangkaunya”.</p>
<p>Spontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kami orang kecil, jenis ekspressinya tak sampai tingkat peluk memeluk, seterharu apapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyata masih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagi.</p>
<p>Bahunya saja yang saya pegang dan agak saya remas, tapi karena emosi saya bilang belum cukup maka saya guncang-guncang tubuhnya. Hati saya meneriakkan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushlihu balakum!”, tetapi bibir saya pemalu untuk mengucapkannya. Tuhan memberi ‘ijazah’ kepadanya dan selalu memelihara kebaikan urusan-urusannya.</p>
<p>Saya juga menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. Tetapi pasti bahwa di dalam diri saya tidak terdapat sesuatu yang saya kagumi sebagaimana kekaguman yang saya temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Patul. Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas saya: bahwa saya tidak mungkin siap mental dan memiliki keberanian budaya maupun ekonomi untuk hidup sebagai penjual bakso, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang dan ikhlas.</p>
<p>Saya lebih berpendidikan dibanding dia, lebih luas pengalaman, pernah mencapai sesuatu yang ia tak pernah menyentuhnya, bahkan mungkin bisa disebut kelas sosial saya lebih tinggi darinya. Tetapi di sisi manapun dari realitas hidup saya, tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat saya tidak berbohong jika mengucapkan kalimat seperti diucapkannya: “Di antara pendapatan saya ini terdapat milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.</p>
<p>Peradaban saya masih peradaban “milik saya”. Peradaban Pak Patul sudah lebih maju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggungjawab, lebih mulia dan tidak pengecut sebagaimana ‘kapitalisme subyektif posesif’ saya.</p>
<p>Tiga puluh tahun silam saya pernah menuliskan kekaguman saya kepada penjual cendol yang marah-marah dan menolak cendholnya diborong oleh Pak Kiai Hamam Jakfar Pabelan karena “Kalau semua Bapak beli, bagaimana nanti orang lain yang memerlukannya?”</p>
<p>Ilmunya penjual jagung asal Madura di Malang tahun 1976 saya pakai sampai tua. Saya butuh 40 batang jagung bakar untuk teman-teman seusai pentas teater, tapi uang saya kurang, hanya cukup untuk bayar 25, sehingga harga perbatang saya tawar. Dia bertahan dengan harganya, tapi tetap memberi saya 40 jagung.</p>
<p>“Lho, uang saya tidak cukup, Pak”</p>
<p>“Bawa saja jagungnya, asal harganya tetap”</p>
<p>“Berarti saya hutang?”</p>
<p>“Ndaaak. Kekurangannya itu tabungan amal jariyah saya”.</p>
<p>Doooh adoooh…! Tompes ako tak’iye!</p>
<p>Di pasar Khan Khalili semacam Tenabang-nya Cairo saya masuk sebuah toko kemudian satu jam lebih pemiliknya hilang entah ke mana, jadi saya jaga tokonya. Ketika dating saya protes: “Keeif Inta ya Akh…ke mane aje? Kalau saya ambilin barang-barang Inta terus saya ngacir pigimane dong….”</p>
<p>Lelaki tua mancung itu senyum-senyum saja sambil nyeletuk: “Kalau mau curi barang saya ya curi saja, bukan urusan saya, itu urusan Ente sama Tuhan….”</p>
<p>Sungguh manusia adalah ahsanu taqwim, sebaik-baik ciptaan Allah, master-piece. Orang-orang besar bertebaran di seluruh muka bumi. Makhluk-makhluk agung menghampar di jalan-jalan, pasar, gang-gang kampung, pelosok-pelosok dusun dan di mana-manapun. Bakso Khlifatullah, bahasa Jawanya: bakso-nya Pak Patul, terasa lebih sedap karena kandungan keagungan.</p>
<p>Itu baru tukang bakso, belum anggota DPR. Itu baru penjual cendhol, belum Menteri dan Dirjen, Irjen, Sekjen. Itu baru pemilik toko kelontong, belum Gubernur Bupati Walikota tokoh-tokoh Parpol. Itu baru penjual jagung bakar, belum Kiai dan Ulama.</p>
<p><em>dikutip dari <a href="http://kenduricinta.com/v2/?p=432" target="_blank">Bakso Khalifatullah, tulisan Cak Nun</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/873/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=873&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/01/16/bakso-khalifatullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenderal Terbaik</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2012/01/14/jenderal-terbaik/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2012/01/14/jenderal-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 02:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://akhdaafif.wordpress.com/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa, mungkin juga banyak, dari kita sering mengabaikan bahwa sebuah proses itu memang harus dijalani. Bukan satu dua hari. Tidak lah instan. Nggak mungkin sekali usaha langsung berhasil dan sukses gemilang. Saya, juga Anda yang mau berhasil, ya harus melewati tahapannya. Pengusaha sukses ya tahapannya mau bekerja keras. Berani jualan sendiri. Bukan cuma ngomong &#8220;pengen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=866&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa, mungkin juga banyak, dari kita sering mengabaikan bahwa sebuah proses itu memang harus dijalani. Bukan satu dua hari. Tidak lah instan. Nggak mungkin sekali usaha langsung berhasil dan sukses gemilang.</p>
<p>Saya, juga Anda yang mau berhasil, ya harus melewati tahapannya. Pengusaha sukses ya tahapannya mau bekerja keras. Berani jualan sendiri. Bukan cuma ngomong &#8220;pengen bisnis ini, bisnis itu&#8221;, atau sekedar berwacana dan mengurusi analisis bisnis di atas kertas.</p>
<p><span id="more-866"></span><br />
Kalau mau dapat beasiswa ke luar negeri, ya belajar lah bahasa inggris. Rajin juga baca jurnal. Cari jejaring dosen atau senior yang pernah atau ada di sana.</p>
<p>Seperti apa yang disampaikan Donny Dhirgantoro di novel &#8220;2&#8243;-nya, bahwa segala sesuatu diciptakan 2 kali, <em>dalam imajinasi dan dalam dunia nyata</em>.</p>
<p>Setelah itu, seperti apa yang disampaikan Donny dalam novel &#8220;5 cm&#8221;-nya:</p>
<p><em>Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung<br />
mengambang di depan keningmu<br />
Dan…<br />
Sehabis itu yang kamu perlu…<br />
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,<br />
Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,<br />
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,<br />
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas,<br />
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…<br />
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…<br />
Serta mulut yang akan selalu berdoa…</em></p>
<p>Dan jerih payah itulah, yang akan membuat kita menjadi &#8220;jenderal terbaik&#8221;, karena sebelumnya kita telah nyata membuktikan bahwa kita adalah &#8220;prajurit terbaik&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/866/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=866&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2012/01/14/jenderal-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2011/12/21/terima-kasih/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2011/12/21/terima-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 11:59:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kebiasaan unik yang rutin saya lakukan ketika di UI adalah mengucapkan terima kasih ketika turun dari bis kuning. Sebetulnya simpel saja. Karena saya tak punya sepeda motor, bus kuning adalah transportasi yang paling masuk akal bagi mahasiswa dengan kantong cekak seperti saya. Rutinitas ini bagi Anda atau mungkin orang lain, terasa biasa saja. Namun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=862&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kebiasaan unik yang rutin saya lakukan ketika di UI adalah mengucapkan terima kasih ketika turun dari bis kuning. Sebetulnya simpel saja. Karena saya tak punya sepeda motor, bus kuning adalah transportasi yang paling masuk akal bagi mahasiswa dengan kantong cekak seperti saya. Rutinitas ini bagi Anda atau mungkin orang lain, terasa biasa saja. Namun, bagi saya, dan pengguna bus kuning UI, ucapan terima kasih itu punya makna spesial.</p>
<p>Ucapan terima kasih itu adalah &#8220;balas jasa&#8221; dari kebaikan pak supir yang telah mengantarkan kami. Naik bus kuning tak perlu membayar. Itu sudah termasuk dalam biaya semester yang kami bayarkan ke kampus. Dan ketika ucapan &#8220;terima kasih&#8221; itu terlontarkan kepada pak supir beriringan dengan turunnya kami dari bus, pak supir membalasnya dengan ucapan &#8220;sama-sama&#8221; atau senyuman manisnya.</p>
<p>Melihat senyuman itu mengajarkan kepada kami bahwa membahagiakan atau menghargai orang selalu bisa dilakukan dengan cara sederhana. Namun, acapkali saya sering lupa untuk mempraktekannya. Saya sering lupa untuk berterima kasih kepada orang lain. Juga kepada diri saya sendiri.</p>
<p><em>*terinspirasi dari <a href="http://www.anakui.com/2011/12/16/bis-kuning-sesederhana-geser-ke-tengah-dan-terima-kasih-serumit-individualisme-dan-ignoransi-mahasiswa-ui/" target="_blank">tulisan ini</a></em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/862/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=862&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2011/12/21/terima-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menata Birokrasi dengan Teknologi Informasi</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2011/11/30/menata-birokrasi-dengan-teknologi-informasi/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2011/11/30/menata-birokrasi-dengan-teknologi-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 10:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[alhamdulilillah, tulisan ini terpilih sebagai tulisan terbaik kedua dalam Lomba Karya Tulis HUT Korpri ke-40 Kabupaten Tegal tahun 2011. semoga menjadi pendorong kita, mewujudkan birokrasi yang baik di negeri ini. aamiin&#8230;. Dalam konteks negara Indonesia, institusi pemerintahan memiliki target untuk mencapai empat poin tujuan yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Keempat tujuan tersebut adalah untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=859&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>alhamdulilillah, tulisan ini terpilih sebagai tulisan terbaik kedua dalam Lomba Karya Tulis HUT Korpri ke-40 Kabupaten Tegal tahun 2011. semoga menjadi pendorong kita, mewujudkan birokrasi yang baik di negeri ini. aamiin&#8230;.</em></p>
<p>Dalam konteks negara Indonesia, institusi pemerintahan memiliki target untuk mencapai empat poin tujuan yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Keempat tujuan tersebut adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.</p>
<p>Namun, institusi pemerintahan tersebut ternyata belum mampu menjalankan fungsi dan wewenangnya dengan baik. Alih-alih mempermudah dan membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahannya, institusi-institusi tersebut seringkali merepotkan masyarakat dengan berbagai pelayanan yang buruk, seperti lamanya proses administrasi, mahalnya biaya pelayanan, hingga maraknya praktek suap, korupsi, dan kolusi di dalamnya.</p>
<p><span id="more-859"></span><br />
Menurut penelitian The Asia Foundation, pengusaha Indonesia harus melalui rata-rata tujuh sampai sebelas prosedur yang memakan waktu hingga 128 hari untuk mendapatkan surat izin usaha. Tidak hanya dalam perizinan bisnis yang memerlukan waktu lama dalam pengurusannya. Dalam sektor pelayanan publik juga sering ditemui kasus serupa. Misalnya dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta lahir, dan dalam layanan kesehatan bagi warga miskin.</p>
<p>Bobroknya birokrasi di negeri ini juga tercermin dari laporan Transparency International (TI) pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa corruption perceptions index (CPI) Indonesia masih sangat rendah, peringkat ke-110 dari 178 negara, dengan skor 2,8. Di kawasan Asia Tenggara, kita tertinggal jauh dengan Singapura (9,3); Brunei Darussalam (5,5); Malaysia (4,4); juga Thailand (3,5).</p>
<p>Polemik birokrasi ini menjadi hambatan pertumbuhan Indonesia dalam skala makro dan mikro. Pengelolaan birokrasi menjadi tidak efektif dan efisien. Pelayanan publik menjadi tidak optimal karena prosedur birokrasi yang berbelit, tingginya korupsi dan pungutan liar, serta ketiadaan transparansi dan akuntabilitas. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa citra tersebut telah melembaga dan mengakar di berbagai institusi pemerintah yang seharusnya menjadi pelayan publik.</p>
<p>Bobroknya birokrasi di Indonesia memerlukan reformasi yang bersifat komprehensif, strategis, dan praktis. Komprehensif berarti perbaikan yang nantinya dilakukan harus menyentuh seluruh aspek dari mulai kebijakan, sistem, hingga keterlibatan orang-orang yang terlibat dalam rantai birokrasi tersebut, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat. Strategis berarti penerapan reformasi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan tantangan pada masa datang. Adapun praktis berarti ide dan gagasan yang telah dirumuskan harus dapat diimplementasikan dalam merombak birokrasi di Indonesia.</p>
<p>Oleh karena itu, tidaklah mungkin suatu kebijakan diklaim sebagai satu-satunya solusi untuk memperbaiki permasalahan birokrasi. Ada beberapa variabel lain yang juga menentukan keberhasilan penataan birokrasi. Namun demikian, memang harus ada satu kebijakan yang menjadi sentral dari berbagai kebijakan yang lain karena memiliki kelebihan nilai strategis. Selain itu, kebijakan tersebut memiliki peluang tinggi berperan sebagai policy catalyst dalam mempercepat terjadinya reformasi birokrasi. Dan policy catalyst tersebut adalah menerapkan IT dalam menata birokrasi.</p>
<p>Wacana e-government sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sudah banyak beberapa negara yang telah menerapkannya. Demikian juga dengan beberapa daerah dan instansi di Indonesia. Namun, institusi-institusi tersebut ternyata belum dapat memahami e-government dalam konteks kerangkanya yang utuh. Fenomena yang terjadi mengesankan bahwa e-government tidak lebih dari sekadar menggunakan komputer di kantor untuk mengetik dan mencetak atau membuat aplikasi website di internet yang dapat dinikmati oleh publik. Pemahaman tersebut hanya merupakan bagian dari kerangka e-government. E-government harus dipandang sebagai sistem birokrasi yang menuntut transparansi, akuntabilitas, dan perubahan pola pikir untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tegal dapat mencontoh Kabupaten Sragen di bawah pimpinan Untung Wiyono yang telah membuktikan bahwa teknologi informasi sangat membantu kinerja birokrasinya. Dalam periode 2002 sampai dengan 2006, dengan menggunakan teknologi informasi penyerapan tenaga kerja di sektor industri menunjukkan peningkatan dari 40.785 jiwa menjadi 58.188 jiwa. Begitu juga dengan investasi yang meningkat dari 592 miliar menjadi 1,2 triliun. Peningkatan juga terjadi pada jumlah perusahaan yang memiliki perizinan (legalitas usaha) dari 6.373 perusahaan menjadi 10.293 perusahaan. Demikian pula dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang jauh melesat dari 7 miliar menjadi sepuluh kali lipatnya.</p>
<p>Survey e-government yang diselenggarakan oleh PBB pada tahun 2010 menunjukkan bahwa masyarakat di berbagai negara memperoleh banyak manfaat dari layanan pemerintah berbasis IT, akses yang sangat terbuka terhadap berbagai informasi, pengelolaan pemerintah yang lebih efisien, dan interaksi yang sangat intensif dengan pemerintah yang merupakan ekses dari pemberdayaan IT dalam layanan pemerintahan.</p>
<p>Sebagian besar konsep e-government kita gagal karena pemerintah tidak pernah sungguh-sungguh memahami apa yang mereka perlukan dari pengembangan sebuah aplikasi. Pemerintah hanya mengandalkan pengembangan dari pihak ketiga. Kegagalan lainnya dari pemerintah dalam pengembangan e-government disebabkan pula oleh kurangnya dukungan dana, mark-up anggaran, dan rendahnya indeks pemahaman IT, baik dari staf pemerintah maupun masyarakatnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Tegal dapat menindaklanjuti pengembangan e-government ini dengan empat strategi: perencanaan, kompetensi, infrastruktur, dan pelibatan masyarakat. Strategi perencanaan adalah menyusun master plan pengembangan e-government Kabupaten Tegal dalam 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun. Strategi kompetensi dapat dilakukan pemerintah dengan memperbanyak perekrutan tenaga terampil IT berpendidikan D3 sebagai PNS, serta memperbanyak pelatihan IT bagi staf PNS khususnya dalam bidang pengembangan aplikasi dan jaringan.</p>
<p>Strategi infrastruktur adalah menggiatkan pengembangan aplikasi ataupun jaringan dengan basis open source ataupun freeware. Adapun strategi pelibatan masyarakat diterapkan dengan menggandeng komunitas IT di Tegal sekitarnya untuk bersama-sama pemerintah mengembangkan IT dan mencerdaskan masyarakat supaya menyadari pentingnya e-government ini.</p>
<p>Inilah momentum yang tepat bagi kita untuk belajar dan mengembangkan kualitas layanan terhadaa masyarakat dengan teknologi informasi. E-government, sekali lagi, bukanlah cara yang paling efektif. Namun demikian, metode ini nyata terbukti dapat mengurangi banyak hambatan birokrasi yang terjadi dalam suatu sistem pemerintahan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/859/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=859&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2011/11/30/menata-birokrasi-dengan-teknologi-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menipu Diri</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2011/10/26/menipu-diri/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2011/10/26/menipu-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 14:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[gengsi]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://akhdaafif.wordpress.com/2011/10/26/menipu-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Anda tak punya duit banyak, kemudian hidup sederhana, biasa saja, itu memang sudah sewajarnya. Begitu pula ketika Anda punya uang yang, tak perlulah melimpah, lebih dari yang biasanya saja, kemudian Anda menampilkan kelebihan itu, bisa lewat pakaian, dandanan, jenis makanan, kendaraan, atau lainnya, memang itu ya manusiawi. Golongan orang yang jarang betul saya temui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=858&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Anda tak punya duit banyak, kemudian hidup sederhana, biasa saja, itu memang sudah sewajarnya. Begitu pula ketika Anda punya uang yang, tak perlulah melimpah, lebih dari yang biasanya saja, kemudian Anda menampilkan kelebihan itu, bisa lewat pakaian, dandanan, jenis makanan, kendaraan, atau lainnya, memang itu ya manusiawi.</p>
<p>Golongan orang yang jarang betul saya temui adalah orang yang secara harta, ia melimpah, lebih dari cukup, tapi penampilannya sangat sederhana. Bahkan kita akan menyangka, dia tidak lebih kaya dari kita. Tipe orang seperti ini luar biasa dalam perspektif saya.</p>
<p>Naluri manusia, cenderung untuk menampilkan segala kelebihan yang dimiliki. Dan menahan untuk menunjukkan bahwa, eh saya ini orang kaya lho, artinya orang seperti ini berhasil mengendalikan nafsu tampil-nya. Sulit betul. Godaannya luar biasa beratnya.</p>
<p>Di negeri ini, saya justru lebih sering melihat yang sebaliknya. Ketika orang-orang yang sebetulnya tak mampu, harus berjuang ekstra keras untuk menunjukkan kepada orang di lingkungannya, bahwa dia ini mampu lho. Metodenya ya bermacam-macam. Dari berhutang, menindas, korupsi, memeras. Tujuannya cuma satu. Demi gengsi. Padahal, dia sedang menipu dirinya sendiri.</p>
<p><span class="post_sig">Posted from WordPress for Android</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/858/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=858&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2011/10/26/menipu-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngebolang di Bandung</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2011/10/20/ngebolang-di-bandung/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2011/10/20/ngebolang-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 07:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngebolang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini, untuk kesekian kalinya saya melakukan perjalanan ke Bandung. Yang berbeda sekarang, saya berniat backpacker kecil-kecilan. Jakarta-Bandung tentu bukan jarak yang jauh. Tapi, bagi pemula yang jarang jalan-jalan seperti saya, ini penting untuk melatih kenekatan Perjalanan ini tidak saya saya tempuh sendiri, tetapi berdua dengan seorang teman, sebut saja namanya Indra. Awalnya kami berencana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=856&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini, untuk kesekian kalinya saya melakukan perjalanan ke Bandung. Yang berbeda sekarang, saya berniat backpacker kecil-kecilan. Jakarta-Bandung tentu bukan jarak yang jauh. Tapi, bagi pemula yang jarang jalan-jalan seperti saya, ini penting untuk melatih kenekatan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perjalanan ini tidak saya saya tempuh sendiri, tetapi berdua dengan seorang teman, sebut saja namanya Indra. Awalnya kami berencana untuk berangkat Sabtu sore karena saya masih ada tugas kantor hingga Sabtu siang. Tapi, ternyata acaratersebut bisa selesai pada hari Jumat jam 12 malam. Jadi, kami mengubah rencana keberangkatan menjadi Sabtu pagi.</p>
<p><span id="more-856"></span><br />
Nah, karena saya baru tidur jam 2 malam, paginya saya terlambat bangun. Akhirnya, baru jam 8 pagi saya keluar kos. Padahal, jika sesuai rencana, saya harus sudah berangkat jam 6 pagi. Teman saya ini menunggu di rumahnya yang berlokasi di Cikarang. Perjalanan ke Cikarang sebetulnya tidak repot. Namun, karena baru pertama kali ke sana dan informasi rutenya tidak efisien, baru jam 1 siang sampai di terminal Cikarang.</p>
<p>Panasnya masya Allah, luar biasa. Kaki saya yang hanya beralaskan sandal terasa terbakar. Mungkin karena daerah ini termasuk kawasan industri, jadi panas matahari bercampur dengan panas dan karbon asap kendaraan dan mesin pabrik. Saya dijemput Indra, dibawanya ke rumah kreditannya. Kami sempat menikmati segelas jus alpukat sebelum tiba di kediamannya.</p>
<p>Di rumah, kami mematangkan lagi rencana. Setelah beres semuanya, baru kami berangkat. Motor dititipkan di kompleks pom bensin. Lalu kami menunggu bus Patrajasa tujuan Bandung. Ternyata bus penuh luar biasa. Kami kebagian tempat duduk di tempat bagasi tas di belakang. Banyak pula yang berdiri. Padahal, perjalanan ke Bandung cukup lama ditempuh, sekitar 2 jam lebih.</p>
<p>Duduk di belakang membuat kami berdua kembung ketika tiba di terminal Leuwipanjang. Kondisi perut serba tidak enak. Alhamdulillah setelah sholat maghrib yang kami jama&#8217; dengan isya, kondisi lumayan membaik. Kami segera bergegas menuju Jalan Untung Surapati, takut kios pakaian yang kami tuju sudah tutup.</p>
<p>Berbekal informasi seadanya, dari google maps hp android dan muka tebal tanya ke orang, kami pun berangkat. Hasilnya, kami kebablasan ke Cicaheum. Hahaha&#8230; Sampai di Untung Surapati, masalah belum usai. Penomoran kios yang aneh membuat kami bingung. Kios di ruas kiri jalan nomornya semakin bertambah, sedangkan pada arah yang sama, di ruas kanan, justru semakin berkurang.</p>
<p>Alhamdulillah, akhirnya ketemu. Kami mendapat sambutan yang sangat ramah, mengobrol hingga 2 jam. Karena perut sudah lapar, kami pun berpamitan dan mencari tempat makan. Ayam goreng yang kami hadapi terasa luar biasa nikmatnya. Mungkin karena memang racikan ayamnya enak atau kami sudah lapar betul. Hahahaha&#8230;</p>
<p>Setelah makan, kami diberitahu seorang teman, panggil saja dek Anya, bahwa ada penginapan yang cukup murah di sekitar situ. Namanya Kaputren. Oke, kami pun bergegas mencari. Badan sudah capek luar biasa. Ingin segera berbaring dan tidur. Hehehe&#8230; Namun, ujian rupanya masih menghadang kami. Ketika sampai di depan hotel, tampak papan bertuliskan &#8220;Kamar Penuh&#8221;. Ah, mati lah kita&#8230;</p>
<p>Tadinya kami berniat tidur di emper toko saja. Tapi, setelah berunding, kami sepakat bertanya ke petugasnya. Alhamdulillah, ternyata masih ada satu kamar kosong. Tarifnya pun relatif terjangkau. Hanya 70.000 per malam. Hotel ini variatif penghuninya. Ada yang memang benar-benar keluarga. Tapi ada juga yang memakai untuk &#8220;short time&#8221;. Itu kami ketahui ketika akan sholat subuh, ada beberapa pasangan muda yang baru keluar dari kamar. Parah, ckckck&#8230;</p>
<p>Ok, pada hari kedua ini, kami berencana silaturahim ke daerah Cibiru, ke rumah dek Anya. Rute ke rumahnya tidak terlalu sulit sebetulnya. Hanya naik sekali angkot. Kemudian kami diminta menunggu untuk dijemput. Wuzzz, datanglah Toyota Rush dan kami berdua dibawa ke rumahnya.</p>
<p>Bapaknya dek Anya ini pejabat kantor Pos Bandung, ternyata. Mantap lah. Rumahnya gede. Ada dua dan berhadap-hadapan. Sangat nyaman, menurut saya. Orang tua dek Anya ini baik betul. Kami datang sudah disiapkan banyak makanan. Sebagai bolang, tentu saja kesempatan ini tidak kami lewatkan begitu saja. Hahaha&#8230;</p>
<p>Usai ngobrol ngalor ngidul dan makan minum ini itu, kami pulang dari rumah dek Anya setelah sholat Dzuhur. Kami naik bus trans metro bandung, yang berangkat dari Cibiru turun di Leuwipanjang. Tidak sampai dua hari kami berada di Bandung. Perjalanan yang pendek dan singkat. Tapi, tetap saja banyak pengalaman berharga yang kami peroleh. Ya, paling tidak, kami sedang merintis cita-cita kami untuk berkeliling Indonesia, mungkin juga dunia <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berjuta terima kasih untuk rekan yang telah membantu. Sampai jumpa di perbolangan berikutnya&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/856/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=856&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2011/10/20/ngebolang-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Universitas Tukang Becak</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2011/10/20/universitas-tukang-becak/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2011/10/20/universitas-tukang-becak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 01:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=853</guid>
		<description><![CDATA[sebuah refleksi, saya temukan dari sini. selamat menikmati Sedulur-sedulur. Pernah merasa atau tidak mahasiswa yang kuliah itu akhirnya untuk apa? Untuk mencari kerja kan? Untuk bekerja kan? Mula-mula mereka akan jadi manusia bekerja, kemudian akan jadi manusia pekerja, kemudian manusianya hilang dan hanya jadi &#8220;pekerja&#8221;. Ini kemudian menghilangkan beberapa fitrah kemanusiaan, contoh: &#8220;lebih suka membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=853&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>sebuah refleksi, saya temukan dari <a href="https://www.facebook.com/notes/kaos-galgil/jurnal-galgil-universitas-tukang-becak-utb-universitas-kehidupan-5/264041616964947" target="_blank">sini</a>. selamat menikmati</em></p>
<p>Sedulur-sedulur. Pernah merasa atau tidak mahasiswa yang kuliah itu akhirnya untuk apa? Untuk mencari kerja kan? Untuk bekerja kan? Mula-mula mereka akan jadi manusia bekerja, kemudian akan jadi manusia pekerja, kemudian manusianya hilang dan hanya jadi &#8220;pekerja&#8221;. Ini kemudian menghilangkan beberapa fitrah kemanusiaan, contoh: &#8220;lebih suka membaca buku daripada membaca kenyataan hidup. Salah satu akibatnya adalah lebih menggembor-gemborkan mengenai kerja dan karir daripada membuka lapangan kerja. Karir lebih utama dari membuka hajat hidup orang banyak. Anda kerja di BUMN lebih mulia daripada rumah kecil <em>home industry</em> (nang Tegal contone) sing menghidupi puluhan wong-wong cilik. Bukankah ini logika yang terbalik?</p>
<p><span id="more-853"></span><br />
Ini bukan tulisan untuk menyalahkan orang yang kuliah, orang yang bekerja, apalagi Universitas. Tapi ngajak bareng-bareng mikir: <em>Apa sebenere Universitas kuwe</em>? Definisine iku: &#8220;Universitas&#8221; yaitu tempat dimana semua ilmu bebas dipelajari tanpa sekat-sekat akademik. Kita belajar laut bukan sungai. Kita belajar banyak hal bukan belajar hal-hal secara sempit. Belajar kuwe ya intine &#8220;Alimul Ghoibi Wa Syahadati&#8221;. Akhire wong-wong bisa ngerti hal-hal sing &#8220;gaib&#8221; atau sing tidak kasat mata dan bisa paham gamblang tentang ini. Contohnya Tuhan, Malaikat, dsb. Memangnya ada SKS untuk mempelajari Tuhan? Filsafat bukan tuhan, teologi bukan Tuhan, intine ilmu itu kan ya bisa mendekatkan kepada yang &#8220;ILMU SEJATI&#8221; yaitu Tuhan itu.</p>
<p>Universitas saiki malah menjadi paguyuban fakultas, malah jadi sekat-sekat yang saling membanggakan diri. Aku Dokter kyeh! Aku arsitek kyeh! So what????? Bukan itu yang kumaksud tapi apakah ilmu anda sudah: &#8220;Alimul Ghoibi Wa Syahadati???&#8221; Terus Universitas malah sekarang menjadi komoditas atau toko ilmu itu. Idealnya kan di Universitas njenengan bisa mencari ilmu apa saja, tapi anda akan dibatasi dengan &#8220;kasir&#8221; yaitu membayar. Ya, ambil apa saja di sini asal bayar. Ambil jurusan apa saja di sini asal bayar.</p>
<p><em>Ngomong opo wa</em>? <em>Serius temen</em>. Akakakakak&#8230;. ora, kiye sekedar mbuka wacana nggo yang tidak kuliah mbok ya jangan kecewa, jangan sedih, ilmu ada di mana-mana. Yang kuliah ya gak usah GALGIL kamu, wong kamu-kamu cuma pengikut produk-produk pemikiran, model-model yang sudah ada, teori-teori dari orang lain. Kamu adalah konsumen kok songong? Kamu belum menjadi taraf produsen itu dimana pemikiran kamu dipakai oleh orang lain.</p>
<p>Akhir tulisan ini pengen membuktikan bahwa ilmu ada di mana-mana termasuk pada becak. Ya! Pada becak. Aku menulis tentang becak ternyata becak telah banyak mengajarkan iqra tanpa harus bertutur ketika para guru di sekolah dan universitas telah banyak yang gagap, gagal dan banyak bicara.</p>
<p>Bagaimana dengan hidup manusia itu? Kadang pengayuh becak lebih tahu kapan harus dikayuh. Kapan harus direm. Kapan harus menyeberang. Daripada manusia yang lupa diri.</p>
<p>Bagaimana dengan eksekutif negara ini? Dia ban belakang yang bocor. Diantara dua ban depan. Dengan pengayuh renta TRIAS POLITICA!</p>
<p>Bagaimana dengan ekonomi mikro negara ini? Tanyakan pada mereka. Bagaimana menjalani hidup. Bagaimana dengan cinta itu? Teruslah mengayuh. Engkau akan sampai. Teruslah mengantarkan. Engkau akan dibayar. Bagaimana dengan rejeki itu? Ada mereka yang mangkal. Ada yang berjalan menjemput</p>
<p>Bagaimana ketika engkau sedang bersedih? Pandangilah mereka. Ada jiwa besar dalam orang-orang kecil. Bagaimana dengan beban hidupmu? Taruhlah semuanya di depan. Dan mulailah mengayuh antarkan beban itu pada alamatnya</p>
<p>Bagaimana dengan membaca Alqur&#8217;an dan bersholawat. Dia oli yang akan melumasi rantai becak. Ia kemudian akan melahirkan banyak momen Untuk berjumpa dengan yang diinginkan. Bagaimana dengan bagaimana dengan bagaimana dengan? <em>Iqra bismirabbikalladzi kholaq</em>! Lihatlah dan bacalah becak!</p>
<p><em>Tulisan untuk:</em><br />
<em>Universitas Tukang Becak</em><br />
<em>Universitas yang tak ada yang lebih banyak mengajarkan kehidupan</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/853/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=853&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2011/10/20/universitas-tukang-becak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Kehilangan</title>
		<link>http://akhdaafif.com/2011/10/13/ketika-kehilangan/</link>
		<comments>http://akhdaafif.com/2011/10/13/ketika-kehilangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 14:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[berarti]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah kabel rol di kosan saya. Tak tahu apa sebabnya, tiba-tiba kabel rol itu mati. Padahal, relatif masih baru saya beli. Mati yang mendadak ini membuat saya kalang kabut. Di kabel rol inilah saya biasa menge-charge handphone dan laptop secara bersamaan. Akibatnya, selama beberapa hari, karena tidak sempat membeli kabel rol lagi, saya kerepotan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=845&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah kabel rol di kosan saya. Tak tahu apa sebabnya, tiba-tiba kabel rol itu mati. Padahal, relatif masih baru saya beli. Mati yang mendadak ini membuat saya kalang kabut. Di kabel rol inilah saya biasa menge-<em>charge</em> handphone dan laptop secara bersamaan. Akibatnya, selama beberapa hari, karena tidak sempat membeli kabel rol lagi, saya kerepotan.</p>
<p>Pentingnya sesuatu itu ternyata ketika kita kehilangannya. Ketika ada, ya sudah kita anggap biasa saja keberadaannya. Memang harusnya di situ, pikir kita. Misalnya, pernahkah kita merasa sungguh-sungguh bahwa Ibu dan Bapak adalah sesuatu yang penting? Mungkin tidak.</p>
<p><span id="more-845"></span></p>
<p>Kita baru saja merasa beliau berdua begitu luar biasa, justru ketika kita jauh dari mereka. Saat baru pertama kali merantau, misalnya. Atau saat di kampus ketika semua beban kuliah, tugas, dan seabreg aktivitas lainnya begitu menghimpit. Kita kangen pelukan. Kangen segelas teh atau kopi hangat yang disediakan ibu pada malam-malam belajar kita. Rindu kata-kata semangatnya. Bahkan, malah kangen dengan kemarahannya.</p>
<p>Dan seorang kawan, berulang-ulang berpesan kepada saya ketika ibunya baru saja meninggal dunia, &#8220;<em><strong>mumpung orang tua masih ada, rajin-rajinlah berbakti. jangan sampai terlambat menyadari, justru ketika ajal telah menjemput beliau berdua</strong></em>&#8220;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhdaafif.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhdaafif.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhdaafif.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhdaafif.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/845/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.com&amp;blog=1252326&amp;post=845&amp;subd=akhdaafif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.com/2011/10/13/ketika-kehilangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
